Hamba Alloh Senantiasa Berdzikir

Pewarta: Dwi Arifin
Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Menjadi hamba Alloh merupakan pilihan bagi setiap orang yang beriman. Bahkan karena memiliki keistimewaan, kajian tentang hamba Alloh dibahas secara khusus para ulama, diantaranya Ibnu Jauzi.

Saat kajian rutin majelis taklim Syubbanul Uluum di Masjid Mujahidin Gandasari Katapang, Ustadz Ruslan Gunawan S.Ag membahas tentang “Hamba Alloh Yang Senantiasa Berdzikir”

Ibnu Jauzi menjelaskan tentang ciri-ciri hamba Alloh, diantaranya senantiasa memposisikan Alloh sebagai Robb, kapan dan dimanapun berada, sedang apapun harus dalam proses penghambaannya.

Dulu nabi kita ditawari, mau jadi Nabi beserta Raja, atau Nabi sebagai hamba?… namun nabi lebih memilih menjadi hamba Alloh. Sedangkan kalau diamati banyak manusia sekarang ini tak sadar menjadi hamba dinar, jabatan dan hawa nafsunya. Mereka tidak berupaya memilih menjadi hamba Alloh.

Selain itu juga ciri hamba Alloh yang selanjutnya ialah menerima apapun yang syariatkan oleh Alloh melalui rosulnya untuk orang-orang beriman. Seperti dulu dicontohkan oleh karakter kaum ansor di Madinah, mereka rela berkorban bagi kaum muhajirin dan siap menerima apa yang dibawa oleh rosulnya. Maka renungilah apakah kedua ciri-ciri hamba Alloh itu ada pada diri kita?….

Selanjutnya Ustadz Ruslan menyampaikan tentang upaya hamba Alloh yang senantiasa berdzikir untuk mendapatkan cinta Alloh.

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memegang tangannya dan bersabda, “Wahai Mu’adz, demi Allah, sungguh aku sangat menyayangimu, demi Allah, sungguh aku sangat menyayangimu.” Kemudian beliau melanjutkan,

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ : اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“Aku pesankan kepadamu wahai Muadz, jangan pernah engkau tinggalkan di belakang setiap shalat membaca, Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatika (Ya Allah, tolonglah aku untuk menyebut nama-Mu, bersyukur kepada-Mu dan beribadah yang baik untuk-Mu).” (HR. Abu Dawud, Al-Nasai, dan Ahmad)

Saat penutupan ceramahnya, hadist yang lain juga disampaikan Ustadz Ruslan agar hamba Alloh mendapatkan cinta Alloh. Dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

Artinya: “Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung).” (HR. Bukhari )

(6)