Pembangunan BLK Yayasan Nur Latifah Kab.Jeneponto, Diduga Dikerjakan Tidak Sesuai Spek

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Awing

Kabupaten Jeneponto – Pergerakan Aktivis Mahasiswa Sulawesi Selatan (PAM Sulsel) menduga, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), Yayasan Nur Latifah yang berlokasi di Desa Kayuloe Timur, Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto dikerjakan tidak sesuai dengan spek (RAB), pasalnya pada beberapa bagian gedung yang baru selesai dibangun beberapa bulan tersebut sudah dalam keadaan rusak, seperti tembok yang retak – retak, tegel berbunyi saat diinjak, bahkan kualitas adukan tembokpun tampak kurang campuran semen.

“Dari hasil pantauan yang dilakukan, kami menemukan banyak kejanggalan pada bangunan tersebut, dimana sudah banyak ditemukan kerusakan, padahal gedung ini baru selesai dibangun beberapa bulan lalu” ucap Erwin Prasetyo dari Pam Sul-Sel.

Erwin menduga telah terjadi penyelewengan anggaran dalam proses pembangunan gedung tersebut, sehingga berpotensi merugikan keuangan negara hingga Rp.500 juta.

“Kami anggap ini dikerjakan asal-asalan, ada indikasi korupsi pada pembangunan BLK tersebut,” tambahnya.

Ia bersama dengan anggota PAM Sulsel mengaku akan melakukan aksi ke Kejari Kabupaten Jeneponto, untuk segara menindaklanjuti temuan yang berpotensi merugikan keuangan negara ini.

“Kami akan mendesak Kejari Jeneponto agar bersungguh-sungguh dalam menangani berbagai kasus korupsi yang ada di Kabupaten Jeneponto, jangan sampai ada oknum yang akan mencederai upaya penanganan dan pemberantasan tindak pidana korupsi di wilayah Kabupaten Jeneponto,” ujarnya.

Dia sangat menyayangkan ada beberapa kasus korupsi di Kabupaten Jeneponto yang ditangani Kejari Jeneponto, namun belum juga tuntas hingga saat ini.

Saat dihubungi lewat aplikasi perpesanan (WA), Kepala Kantor Kemenag Jeneponto mengatakan bahwa kepala sekolah tersebut sudah terlapor di Kejaksaan Negeri, Kabupaten Jeneponto.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90