Dispusipda & Koran Republika Arahkan Duta Baca Berkarakter Jurnalistik Hybrid

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Dalam rangka mengingkatkan wawasan dan keterampilan para duta baca Jawa Barat. Dispusipda Jabar bersama Koran Republika menyelenggarakan workshop tentang Jurnalistik secara hybrid. Acara berlangsung secara online dan offline di aula Graha Pustaloka Jl- Kwaluyaan Indah II No. 4 Bandung.

Pada pembukaan acara tersebut, Kepala Bidang Bina Perpustakaan & Budaya Gemar Membaca Dispusipda Jabar, Dr. H. Ateng Kusnandar Adisaputra S.H, M.M menyampaikan pada saat ini perkembangan informasi berbasis teknologi sangat pesat. Maka ditargetkan para duta baca yang hadir setelah mengikuti acara ini. Dapat memiliki keterampilan dan terbiasa menulis opini di media masa cetak atau online. Khususnya terkait opini yang membangun kemajuan berliterasi.

“Saya juga dulu sempat menulis di Koran Pikiran Rakyat dan mendapatkan hak honor tulisan. Namun uangnya saya tidak ambil, karena saat tulisan saya dibaca orang lain itu merupakan hal yang membuat senang. Semoga acara ini lancar dan menghasilkan kemampuan untuk menuangkan pikiran dalam tulisan yang akan dipubikasikan di media masa” , ucapnya (31-5-2021)

Narasumber yang dihadirkan Redaktur Koran Republika, Subroto M.I.Kom menjelaskan pada hari ini saya hadir dihadapan para duta baca yang sangat erat kehidupannya dengan bahan bacaan atau tulisan. Kalau dicermati membaca merupakan proses memasukan ilmu ke dalam pikiran. Sedangkan menulis ialah proses mencurahkan pikiran menjadi tulilsan. Jadi yang suka baca sudah semestinya mampu mencurahkan hasil bacaanya berupa tulisan untuk dipublikasikan di media massa, jelasnya

Menurutnya untuk menjadi penulis itu mudah, diantaranya sering membaca dan mengamati kerangka isi dan pembahasan tulisan orang lain. Kalau untuk tulisan opini yang sering diterbitkan media massa, biasanya karena isi tulisannya membahas sesuatu yang menarik sedang diperbincangkan publik.

Mereka para penulis mengawali gagasannya dari bahan bacaan, tontonan, perasaan, pengalaman dan pendapatnya dari referensi terbaiknya. Tulisannya rata-rata menggunakan bahasa jurnalistik yang sederhana, singkat, lugas dan mudah dimengerti dengan jumlah 5000-7000 karakter setiap karya tulisnya.

Saat akhir pertemuan acara itu, Imam Muhammad Agung Fauzy S.Pd, Ketua Paguyuban Duta Baca Jawa Barat kepada para duta baca yang hadir mengungkapkan kedepannya akan mengagendakan pembentukan kepengurusan duta baca di 27 kabupaten / kota. Para duta baca, semuanya memiliki program unggulan masing-masing di daerahnya. Sehingga nantinya melalui safari literasi pengurus, mereka diharapkan akan lebih kompak memajukan organisasinya juga.

(24)