Kode Ilahi Bagi Pangkostrad

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Kisah unik seorang Letnan Jenderal TNI Dudung Abdurachman,S.E.,M.M., sejak 25 Mei 2021 mengemban amanat sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, Dudung Abdurachman, merupakan lulusan Akmil 1988 dari kecabangan Infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Kodam Jaya.

Unik kisah hidupnya. Apa yang unik ? Ada kisah saat Ia remaja jualan klepon ditendang oknum tamtama TNI. Jumlah klepon sebanyak 55 buah berhamburan ke tanah tak terselamatkan. Sejak saat itu pikiran, perasaan dan “dendam” Si Dudung remaja ingin jadi TNI. Ini perjalanan hidup seseorang.

Unik jumlah klepon 55 menjelasakan bahwa di usia 55 tahun Ia menjadi Pangkostrad. Rupanya jumlah kelepon yang berhamburan ditendang oknum tamtama TNI adalah kode Ilahi. Sunguh tendangan seorang oknum tamtama TNI terlihat sangat kejam. Seorang anak ABG jualan klepon membantu Ibunya mencari nafkah malah “dianiaya” seorang oknum Tamtama TNI.

Namun bila kita membaca pesan atau kode Ilahi, bisa jadi tendangan oknum tamtama TNI yang kejam itu adalah “tendangan Tuhan” agar Si Dudung remaja kelak menjadi seorang Pangkostrad dalam usia jumlah klepon yakni 55 buah, 55 tahun. Sosok Dudung sejak kecil sudah terbiasa dalam ketahan malangan.

Anak zaman now punya masalah tak tahan malang. Anak jaman sekarang banyak yang manja dan anak mamah. Petah bijak mengatakan, “Zona nyaman lahirkan anak mamah, zona tak nyaman lahirkan anak Macan”. Ini sangat korelatif dengan sosok Dudung remaja yang hidup sederhana dan jauh dari kaya raya sejahtera. Ia harus jualan keliling saat kecil.

Unikasi kisah Jenderal Dudung Abdurachman bisa menjadi “best practice” dan model bagi pembelajaran pada semua anak didik kita. Bahkan bukankah seorang Presiden Jokowi saat kecil Ia pun lahir dari keluarga biasa? Ia pun bahkan rumah keluarganya pernah digusur ? Ia pun pernah menjadi karyawan perusahaan kertas di tengah hutan ?.

Kembali ke Jenderal Dudung Abdurachman, orang Sunda yang tegas, keras dan berani. Kini Ia mendapatkan amanah sebagai orang no 1 di Kostrad. Sungguh “wong cilik” menjadi jenderalnya para jenderal tentu tak mudah. Ada campur tangan Ilahi yang dominan pada keberadaannya. Hakekatnya segala sesuatu Tuhan yang menggerakan.

Saat Ia menurunkan baliho dan mengancam para debt colektor tentu tak lepas dari kuasa Ilahi. Penurunan baliho ormas terlarang dan mengancam debt colektor adalah sebuah perjalanan hidupnya. Kini Ia menjadi Pangkostrad, sebuah pencapain karir yang luar biasa. Remaja penjual klepon jadi Pangkostrad adalah mustahil.

Sehat selalu jenderal, semoga kelak akan lahir jenderal-jenderal hebat seperti Jenderal Dudung Abdrurachman. Sungguh segala sesuatu terjadi atas kuasa Ilahi. Bahkan segala sesuatu yang akan terjadi pada masa depan sudah ada tanda-tandanya jauh-jauh hari sebelumnya. Termasuk jumlah klepon 55 yang berhamburan ditendang tamtama TNI adalah kode Ilahi. Tuhan maha memberi tahu dan kita maha abai atas apa yang sedang terjadi.

Ikraa, baca atas nama keagungan Tuhan dan iman maka segala yang terjadi dihadapan kita akan bisa diterjemahkan lebih baik. Semua yang terjadi hakektnya adalah tanda-tanda kebesaran Tuhan dan kode Ilahi. Mari kita semua terus belajar dan menguatkan rasa cinta kita pada NKRI. Cinta pada negara dan mendukung konstitusi di atas semua yang kita yakini adalah benar.

Sahabat Umar RA berkata; “Jika bukan karena cinta tanah air, niscaya akan rusak negeri yang jelek (gersang), maka sebab cinta tanah air lah, dibangunlah negeri-negeri”. (Ismail Haqqi al-Hanafi, Ruhul Bayan, Beirut, Dar Al-Fikr, Juz 6, hal. 441-442). Sosok Jenderal Dudung adalah pecinta tanah air, pembela NKRI di atas faksi-faksi yang berkembang.

Hadits riwayat Imam Muslim, nomor 1852, dari Arfajah, ia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Jika ada orang yang datang kepada kalian, ketika kalian telah sepakat terhadap satu orang (sebagai pemimpin), lalu dia ingin merusak persatuan kalian atau memecah jama’ah kalian, maka perangilah ia”.

Siapa saja yang ingin memecah persatuan dan jama’ah NKRI maka sosok Jenderal Dudung Abdurachman tentu akan terusik. Beliau pun tentu sangat memahami “komando” hadits di atas. Semua profesi yang baik adalah ladang ibadah. Termasuk prajurit TNI adalah para jihadis NKRI yang sangat kita andalkan untuk melindungi negara kita. Selamat berjuang Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman !

(21)