Evaluasi pelaksanaan APBDes Triwulan I Tahun Anggaran 2021 Oleh Bupati Bangka

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Sermon Simanihuruk

Koran SINAR PAGI, Bangka,- Evaluasi pelaksanaan APBDes Triwulan I Tahun Anggaran 2021 oleh Bupati Bangka yang diadakan di Aula Kantor Camat Sungailiat Rabu (19/5-2021),

Bupati mengucapkan terimakasi kepada Camat, Kepala Desa, dan Para sarjana pendamping Desa atas kekompakan dan kerjasama nya sehingga apapun kegiatan diDesa masing- masing dapat berjalan dengan baik.

Mulkan mengatakan Bahwa Desa itu ujung tombak pembangunan yang ada di Pemerintah Daerah.

Jadi kalau Desa sudah baik, sudah bisa melaksanakan kegiatan terutama sudah memberi pelayanan yang baik, yang prima dan juga memberi suatu kepuasan kepada masyarakat otomatis Pemkab Bangka dapat melaksanakan program-program yang kita plotting setiap tahun dengan baik.

Desa sekarang bisa bersyukur sekarang secara otonomi daerah, bisa langsung melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut.

Sekarang sudah teralokasi berapa ADD nya berapa dana desa. Berarti diberi suatu keleluasaan kepada desa-desa untuk membuat program-program atau kegiatan-kegiatan sesuai dengan keinginan masyarakat.

Program-program yang ada di desa tersebut sesuai dengan aspirasi masyarakat di desa, bahkan mulai dari Musyawarah dusun baru ke musyawarah desa. Nanti di Musyawarah Desa inilah yang nanti akan memprogramkan kegiatan yang ada di desa tersebut.

Bupati Bangka Mulkan berharap kepada Para Kepala Desa, BPD, para Sarjana Pendamping Desa ini agar ada suatu sinergitas terhadap program-program di desa tersebut karena dana desa ini cukup besar Sekarang ini 2 milyar lebih kalau di desa Rebo.

Jadi itulah harapan kami kepada Desa Rebo bagaimana kita memprogramkan kegiatan-kegiatan agar jangan terjadi kegagalan. Kita harus bangga dengan Silpa kalau sisa anggaran bukan gagal anggaran berarti perencanaan kita kurang tepat Kalau terjadi suatu kegagalan. Kecuali berbenturan dengan peraturan-peraturan, kata Mulkan

Silpa Tahun 2020 ini masih dalam ratusan juta bahkan dari anggaran Silpa ADD ini 112, Bupati meminta supaya dibuat secara rinci oleh Pak Kades dan Pak Camat dikupas dimana hambatan-hambatannya sehingga Silpa nya ini berkisar 170 juta Sehingga cukup besar kalau dibanding desa-desa lain seperti di Kecamatan Bakam paling tinggi 35 juta. Jadi tidak ada lagi Silpa itu di atas 100. Nanti silahkan Pak Camat sampaikan ke Bapak Bupati dijelaskan secara rinci, mengapa dana desa ini Silpa nya masih cukup besar.

Kami selaku kepala daerah ingin melihat progress yang dilakukan oleh Desa di bawah binaan camat tersebut karena di Kabupaten Bangka setiap senin kami melakukan evaluasi kegiatan-kegiatan yang kita programkan, Jadi kita kawal terus agar tidak terjadi hambatan-hambatan, kami mengharapkan di setiap desa/kelurahan juga sama

Apabila ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan oleh desa supaya koordinasi dengan Pak Camat atau inspektorat kita kalau ada hambatan-hambatan.

Apalagi ada sarjana pendamping desa dari kabupaten maupun propinsi. Mereka memfasilitasi dari desa ke kecamatan. Itulah fungsi dari sarjana pendamping desa tersebut.

Memberi suatu kisi-kisi atau peluang kepada desa tersebut untuk melakukan mediasi agar kegiatan-kegiatan dapat dijalankan dengan baik. Apalagi dengan dana desa yang cukup besar itu. Dan juga untuk PBB karena PBB ini kewajiban bagi masyarakat kita di Kabupaten Bangka ini masih beruntung masih banyak kelonggaran, katakanlah apabila masyarakat kita membangun rumah permanen kita tidak pernah mengharuskan memiliki IMB tersebut tapi kalau PBB kewajiban terhadap tanah yang kita miliki dan kemudahan-kemudahannya nanti.

Berilah edukasinya kepada masyarakat kita arti pentingnya PBB tersebut, jangan berpikir hari ini kita tidak perlu dengan PBB tetapi kemudian hari kalau ada pengurusan tanah kalau tidak melampirkan pelunasan PBB, bukan kita menghambat tapi itu suatu keharusan bagi masyarakat kita.

Sama dengan Pemkab Bangka juga menerapkan kalau ASN di Kabupaten Bangka tidak melunaskan PBB nya, TPP nya kita tunda pembayarannya. Bukan orang perorangan tapi kolektif. Kalau satu pun di OPD itu tidak bayar, semuanya berdampak. Jadi supaya kawan-kawan juga bisa marah kepada yang tidak bayar.

Jadi kita bukan ingin menghambat masyarakat tetapi agar masyarakat kita disiplin karena kedepan Kabupaten Bangka ini makin berkembang. Memang sulit mengembangkan mindset masyarakat kita. Kalau yang baik memang boleh dicontoh tapi kalau ada yang menghambat harus kita edukasi.

Dan juga potensi-potensi, ini yang kedua kalinya kita mereview. Mulai sekarang lah kita kembangkan potensinya di daerah tersebut jangan terlena karena dana-dana ini Karena tidak selamanya,

jadi kemandirian desa itu harus ada seperti Pemerintah Daerah juga mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada di Pusat sehingga dari inovasi pembangunan daerah di Kabupaten Bangka bisa juara satu tingkat nasional. Itu yang kami pacu kepada semua pegawai kita dan pemangku jabatan di Kabupaten Bangka bagaimana kita selalu berkolaborasi dan bersinergi terhadap pembangunan di Kabupaten Bangka ini.tutupnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90