PT. Indo Rama Synthetics Jatiluhur Purwakarta Peduli Membentuk Pribadi Qur’ani Salurkan CSR

Pewarta : Nurlaela

Koran SINAR PAGI, Purwakarta,- Gemar membaca Al- Qur’an sejak dini membentuk pribadi Qur’ani  generasi beretika banyak warga Purwarkarta sejak lama, di dukung pemerintah setempat dan banyak pihak lainnya termasuk perusahaan besar, bukti diantaranya hadir H. Aliaman Saragih, Human Resources and Development PT. Indorama Synthetics Tbk salah satu exsportir terbesar Indonesia ke Timur Tengah, Eropa, Amerika, Australia dan Asia yang sudah terbukti memberikan dampak luas yang bermanfaat bagi warga masyarakat sekitar investasinya, semakin peduli sekitar termasuk pendidikan agama.

Jum’at (7/5/2021) di Aula Cibinong Aliaman mengaku, dengan senang hati bersilaturahmi dalam pemberian hadiah bagi pemenang lomba baca Al Qur’an dari program Corporate Social Responsibility (CSR) / Tanggungjawab sosial Perusahaan.

Dalam sambutannya Perwakilan IRS tersebut menyampaikan, bantuan dari CSR perusahaan semakin ditingkatkan, diberikan untuk pelajar dari tingkat SD – SMA yang berprestasi. Selain bantuan, sama rasa meringankan beban untuk belajar mendapatkan ilmu, belajar lebih baik bagi pelajar yang kelak akan menjadi orang tua yang baik bagi anak-anaknya.

Bupati Purwakarta Hj. Anne Ratna Mustika yang hadir disambut antusias warga dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, antisipasi dan pencegahan Covid 19 di hadapan semua yang hadir menyampaikan, dengan membaca, menghafal, memahami dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-sehari apa yang terkandung dalam Al-Qur’an oleh generasi pelajar Purwakarta, yakin kedepan Purwakarta akan Baldatun Thoyyibatun Wa Robbhun Ghaffur.

Pihaknya, terinspirasi dan menyaksikan kolaborasi sinergitas yang sangat baik mewujudkan generasi Purwakarta yang Berakhlakul Karimah (Sikap Terpuji) kerjasama antara perusahaan, pemerintah dan warga sekitar. Dari kegiatan ini berharap lebih banyak lagi para pelajar penghafal Al-Qur’an.

Pemerintah daerah perlu bekerjasama dengan pihak lain mengingat keterbatasan dana, tidak ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau Dinas yang mengurusi soal Agama. Karena itu kewenangan pusat, ada Kementerian Agama yang mengurusnya langsung.

Menurutnya, pelajar di Purwakarta sesuai Peraturan Bupati sebelumnya Lily Hambali Hasan, dan sampai saat ini Bupati Ambu Anne tidak akan mencabut peraturan tersebut, perihal dilampirkannya hasil belajar agama jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, bukan hanya yang beragama Islam, tapi juga yang beragama lainnya.

Hal itu ada orang tua wali yang setuju dan tidak setuju, dua-duanya di akomodir, yang sudah belajar agama terus kita dorong agar lebih berkembang. Bagi yang tidak berkesempatan belajar agama di tempat lain, pemerintah sudah merekrut lebih dari tiga ratus orang guru agama untuk di berdayakan di sekolah-sekolah negeri dengan honor dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kegiatan keagamaan terus di tingkatkan dengan berbagai terobosan, diantaranya bekerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang saat ini bukan saja mengelola zakat dari warga, para PNS tiap OPD, tunjangan juga di potong. Diharapkan dapat membantu kegiatan keagamaan lebih baik.

(9)