Satgas Penangan Covid-19 Kabupaten Garut Kedatangan Tim Pakar dari Satgas Covid-19 Nasional

Pewarta : Agus Lukman

Kabupaten Garut – Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut, menerima kunjungan dari Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional, di Sekretariat Satgas Penanganan Covid-19, Gedung Citarum, Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorpembang) Wilayah IV Provinsi Jawa Barat, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Selasa (11/5/21).

Dalam kunjungannya, Tim Pakar Satgas Nasional diterima langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19, Nurdin Yana, dan Dandim 0611 Garut, Letkol CZI Deni Iskandar, serta unsur pimpinan yang lainnya.

Nurdin Yana, menyampaikan kapada tim bahwa pelaksanaan penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut sudah sesuai dengan penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

“Kita kan sebetulnya penguatan pada kita ya memberikan motivasi dan semangat bahwa apa yang mereka sarankan sama seperti yang sudah kita lakukan. Pertama pendekatan-pendekatan terhadap breakdown dibawah PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro) ini konotasinya kan ruhnya ada di posko jadi mereka mengisyaratkan hal sama, sehingga ternyata kan sejalan dengan apa yang saya dan bupati lakukan treatment-kan kepada para camat,” ujar Nurdin Yana saat diwawancarai seusai acara.

Ia mengatakan walaupun saat ini kondisi Covid-19 ritmenya sudah relative lebih datar, namun pihaknya tidak boleh lengah dalam penanganan Covid-19 ini.

“Ya memang hari ini jujur ya bahwa itu (Covid) tidak hilang sama sekali tapi insyaallah sekarang kan ritmenya sudah relatif lebih silent, lebih nyaman artinya lebih artinya lebih datar tidak seperti populatif seperti kemarin-kemarin. Ini juga adalah menjadi Alhamdulillah acuan bagi kita tapi tetap kita tidak lengah kita juga siapkan beberapa fasilitas rumah sakit pemerintahan Kabupaten Garut sehingga tidak terkonotasi hal tadi,” katanya.

Sementara itu, Tim Pakar Satgas Covid-19 Nasional, Wahyu Tri Setyobudi, menuturkan pihaknya datang ke Kabupaten Garut memiliki dua tujuan yakni pertama bersilaturahmi dengan Tim Satgas Covid-19 Garut, dan yang kedua untuk mengetahui penanganan Covid-19 di Garut.

“Jadi kami disini dari tim Pakar Satgas Covid-19 nasional, datang ke Kabupaten Garut yang pertama untuk silaturahmi, kita mesti kenal siapa sih yang melakukan penanganan di daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat seperti apa ? yang kedua tentu kita mohon berbagi, apa saja yang sudah dilakukan dan keadaan sekarang seperti apa ? kendala-kendala yang dihadapi di lapangan tuh seperti apa ? sehingga kita nanti bisa mendapat pemahaman yang lengkap, pada apa yang betul-betul terjadi di lapangan, sehingga nanti intervensi nasional terhadap pandemi itu bisa tepat, nah berbasis pada itu,” tutur Wahyu.

Ia menilai penanganan Covid-19 di Kabupaten Garut yang melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Garut, sudah berkolaborasi dan bergerak bersama.

“Kalau saya lihat disini banyak aktor aktor kolaborator yang betul betul bisa menjalin atau merekatkan kolaborasi, ada temen temen di TNI, Polri, Pemda, dan kemudian tokoh masyarakat, komunitas, bisnis, itu bergerak bersama, sehingga masalah masalah yang tadinya sulit itu bisa dipecahkan. Nah ini sebenarnya salah satu yang mungkin penting sekali dan itu menjadi salah satu keunggulan yang ada di Kota Garut, memang yang perlu ditingkatkan adalah partisipasi masyarakat dan komukasi publik, karena masyarakat kadang kadang masih punya sifat mengabaikan,” ucapnya.

Wahyu memaparkan, saat ini kondisi kasus Covid-19 nasional sedang menggembirakan, akan tetapi dirinya menyarankan untuk tidak lengah, apalagi saat ini menghadapi libur Hari Raya Idul Fitri yang berpotensi meningkatkan kasus Covid-19.

“Kalau boleh dikatakan sebenarnya proses atau kondisi pengendalian itu sedang dalam kondisi yang mengembirakan. Kasus nasional sedang turun tapi kita menghadapi berbagai macam potensi, salah satunnya mudik. Mudik ini akan berpotensi meningkatkan case. Sehingga, ini yang perlu diwaspadai, kita tidak boleh lengah untuk mempertahankan terus tren mengembirakan ini untuk kemudian tidak berbalik menjadi satu ledakan yang tinggi, oleh karena itu kewaspadaan penting sekali” papar Wahyu.

Ia menjelaskan, di saat kondisi kasus penularan Covid-19 yang sedang melandai, partisipasi masyarakat sangat penting, jangan sampai abai dan kendor pada protokol kesehatan.

“Nahh disinilah sebenarnya partisipasi masyarakat penting sekali. Jangan sampai masyarakat kemudian jadi abai, kendor, karena sudah cape, lama, terus kemudian sekarang merasa sudah bagus, Covidnya ga keliatan itu bukan berarti dia hilang jadi kalau kita lengah dia akan nyerang lagi, kalau kita lagi ketat dia ngumpet. Nah jadi ini yang perlu kita untuk sadarkan masyarakat bahwa bisa melakukan kegiatan ekonomi tapi prokes tetap dijaga. Kalau semuanya taat kita akan bisa bersama sama bangkit.” Pungkasnya.

(2)