Setahun Lebih Hidup Berdampingan Dengan Virus Corona, Banyak Merubah Kehidupan Manusia

Pewarta : Arief

Kota Sukabumi – Satu tahun hidup dalam pandemi Covid-19, telah banyak mengubah tatanan kehidupan masyarakat Indonesia, bahkan dunia, pasca merebaknya virus ini di Wuhan China, hidup manusia seolah tidak normal lagi, banyak kebiasaan yang telah dijalani sejak lama harus dibatasi, bahkan kalau perlu ditinggalkan, agar tidak terpapar virus yang mengegerkan dunia ini.

Untuk melindungi warganya, pemerintah menetapkan standar protokol kesehatan yang wajib dilaksanakan, seperti mengenakan masker, membiasakan mencuci tangan, mengurangi mobilasasi, bahkan semua kegiatan yang melibatkan banyak orang pun ditiadakan, semua ini demi menekan penyebaran virus corona.

Sejak kemunculannya, virus ini langsung berdampak pada berbagai sektor kehidupan, terutama kesehatan dan perekonomian. Banyak orang yang harus rela kehilangan pekerjaannya, ada pula yang masih beruntung memiliki pekerjaan, namun pendapatannya menurun drastis.

Salah satu yang sangat merasakan kondisi seperti ini adalah Novi (23), seorang gadis muda yang baru saja mengecap manisnya memiliki penghasilan sendiri dari dunia kerja yang dijalaninya paska lulus dari sebuah sekolah kejuruan di Kota Sukabumi, namun dia harus rela kehilangan kembali pekerjaan yang baru beberapa bulan dijalaninya tersebut akibat pandemi Covid-19.

“Sedih sih, karena baru saja selesai menjalani trainie selama 3 bulan, namun saat akan mulai menjalani pekerjaan yang sesungguhnya sebagai seorang karyawan, saya harus mengubur sementara apa yang sudah saya impikan itu, karena Covid-19,” ucapnya sendu.

Selama satu tahun menganggur, karena pandemi, diakuinya perasaan sedih, marah bahkan putus asa, berkecamuk dalam dadanya.

“Sempat nyesek juga, saya kesal, karena kinerjaku selama dalam masa traine dinilai cukup bagus, tapi karena perusahaannya enggak bisa menyelamatkan banyak orang, maka harus ada pemangkasan jumlah karyawan,” sambungnya.

Namun seiring berjalannya waktu, ia mulai bisa berkompromi dengan keadaan, terlebih dalam beberapa bulan terakhir, dirinya mulai bekerja diperusahaan tempatnya menjalani trainie setahun lalu.

“Alhamdulillah, perusahaan tempat saya menjalani trainie dulu kembali membuka lowongan pekerjaan, dan saya salah satu yang beruntung mendapatkan kembali harapan yang dulu sempat terlepas, mudah – mudahan ini menjadi satu pertanda bahwa keadaan mulai membaik, sehingga kehidupan akan kembali normal seperti dulu lagi,” ujarnya sambil tersenyum manis.

Novi mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap semangat menjalani hidup walaupun dalam suasana yang berbeda, dan saling mengingatkan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam kesehatan.

“Jangan abaikan protokol kesehatan, sebagai orang awam saya yakin, Covid-19 ini nyata adanya, namun dengan menerapkan protokol kesehatan dalam keseharian, saya optimis kita bisa melawannya dan keadaan akan terus membaik,” ucapnya.

(5)