Momen Hardiknas, BEM IPI Garut, Menilai Dinas Pendidikan Tidak Pernah Serius Persiapkan KBM Tatap

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Fitri

Kabupaten Garut – Meninjau dari Surat Keputusan Bersama menteri (SKB), yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri, nomor 03/KB/2020, nomor 612 tahun 2020, nomor : HK.01.08/MENKES/502/2020, Nomor 119/4536/SJ.

Sebelumnya, Nadiem Makarim mengatakan bahwa sudah sejak Januari semua sekolah sudah boleh menggelar belajar tatap muka. Wewenang membuka sekolah sudah diserahkan pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

“Jadi mohon tanya pemda masing-masing kenapa belum buka,” tegasnya saat Live Instagram bersama Youtuber Jerome Polin, Senin (29/3/2021).

Ia menyampaikan, pemerintah akan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, dan masyarakat secara umum dalam menghindari penyebaran wabah Covid-19.

Meski sarana dan prasarana di lingkungan sekolah, kata Totong, sudah siap untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka, namun tetap khawatir jika Garut belum masuk zona hijau, ucapnya, 28 Agustus 2020 lalu.

Oleh karena itu Pemkab Garut menyerukan gerakan ayo sekolah yang di persentatifkan oleh dinas pendidikan, serta analisa yang dilakukan oleh pengurus BEM IPI Garut atas dasar narasiyang di sampaikan oleh Kadisdik Kab.Garut, Totong mengatakan, pihaknya telah melakukan sterilisasi sekolah melalui program relaksasi BOS (Biaya Operasional Sekolah) selama dua tahun anggaran.

“Kami sudah mensterilisasikan sekolah melalui program relaksasi BOS, jadi selama dua tahun anggaran BOS itu difokuskan untuk kesiapan protokol kesehatan jadi artinya maskernya juga termasuk sarana cuci tangan pakai sabun, termasuk juga desinfektan termasuk yang lainnya,” kata Totong, Minggu (7/3/2021) lalu.

“Atas dasar narasi yang disampaikanya itu, kami dari BEM IPI Garut Kabinet Republik mempertanyakan kinerja DISDIK Kab. Garut dalam hal mempersiapkan pembelajaran tatap muka ‘langsung’ di tingkat SD dan SMP, karena ketidak konsistennya Pemerintah Kabupaten Garut (Disdik) dalam mempersiapkan pembelajaran tatap muka secara langsung.

Pada tahun 2020 bulan Agustus Totong mengeluarkan narasi bahwa sudah siapnya sarana prasrana prokes pembelajaran tatap muka, namun kenyataanya tidak pernah terlaksana, bahkan tahun 2021 juga anggaran BOS difokuskan untuk mempersiapkan pembelajaran tatap muka langsung, berarti disana terletak penghaburan anggaran untuk keperluan hal yang sama” ujar Presiden Mahasiswa IPI Garut, Jam-jam purnama.

Maka daripada itu pihaknya menuntut,
1. Mendesak Bupati Garut untuk mengeluarkan SK bupati yang lebih spesifik dalam hal pelaksanaan pembelajaran tatap muka dimasa pandemi covid-19,
2. Mendesak dinas pendidikan Kab. Garut agar lebih selektif dalam pengelolaan anggaran BOS,
3. Menuntut dinas pendidikan Kab. Garut agar lebih mempersiapkan regulasi pembelajaran dimasa pandemi.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90