Susan Guru Honorer Lumpuh

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

Lagi dan lagi nasib guru honorer terabaikan. Dalam isak tangisnya Ibu Susan Antela mengatakan “Awalnya Saya sehat”. Kini Ia menderita kelumpuhan dan gangguan penglihatan. Sungguh Ibu Susan dalam derita yang tak terduga awalnya sehat mengajar kesenian, kini derita kelumpuhan dan gangguan penglihatan.

Apakah sebenarnya yang terjadi dengan guru muda honorer usia 31 tahun ini ? Disaat guru-guru yang lain sehat dan tidak ada masalah dengan vaksin ke dua, Ia malah menderita sakit. Pada hakekatnya setiap hal yang menimpa seseorang adalah takdir. Namun sebaiknya kita belajar dari kisah pilu Ibu Susan.

Dari beberapa keterangan yang dihimpun penulis terjadi miskomunikasi, mis silaturahmi dalam kasus Ibu Susan. Dari sejumlah info yang Saya terima ada layanan yang kurang proaktif dari pihak Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumi. Sebaiknya Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi proaktif mengawal kesembuhan Ibu Susan. Bukankah awalnya Ia sehat ?

SekaIi pun atau seandainya tidak ada kaitan dengan vaksin ke dua, namun bukankah Bu Susan menjadi sakit pasca vaksinasi ke dua ? Idealnya Ibu Susan mendapatkan perhatian serius terutama dari pihak terkait yakni Dinas Kesehatan Kab. Sukabumi dan Pemerintah Kab.Sukabumi.

Idealnya Ibu Susan mendapatkan perawatan maksimal dan tidak harus menanggung biaya sendiri.

Sungguh seorang guru honorer yang awalnya sehat dan baik-baik saja, harus mengalami derita kelumpuhan dan gangguan penglihatan.

Hal yang lebih pilu lagi berdasarkan keterangan yang dihimpun seolah pasaca vaksin Ibu Susan tidak mendapatkan perhatian serius, padahal Ibu Susan bisa dikatakan “korban” namun mengapa kurang diperhatikan oleh sejumlah pihak terkait.

Beruntung kepala SMAN 1 Cisolok dan MKKS Kab.Sukabumi proaktif memberikan bantuan ditengah kesulitan pembiayaan penyembuhan yang cukup lama.

Sebagai aparatur Pendidikan yang melayani anak bangsa, anak masyarakat Kab. Sukabumi, Ibu Susan wajib mendapatkan perhatian semua pihak. Ibu Susan adalah guru honorer, tentu saja membutuhkan perhatian semua pihak.

Andaikan Ibu Susan anak pejabat, tokoh politisi atau pesohor tentu akan mendapatkan perhatian lebih. Mungkinkah karena Bu Susan hanya seorang guru honorer kemudian sejumlah pihak terkait terkesan tidak proaktif dan empati ? Semoga kasus Bu Susan jadi pembelajaran bagi kita semua.

Semoga tidak ada malapraktik dalam kasus Bu Susan. Semoga tidak ada keteledoran dan pengabaikan dari Dinas Kesehatan dan pemerintah kabupaten Sukabumi. Semoga setiap waga masyarakat kurang mampu dapat dilayani secara baik. Apa lagi Bu Susan adalah aparatur pendidikan yang setia dedikatif melayani anak bangsa.

Mari kita doakan Bu Susan segera sembuh dan kembali sehat seperti sedia kala. Sebagai Ketua PB PGRI Saya berharap kepala satuan pendidikan SMAN 1 Cisolok terus mengawal dengan baik. Juga kepada Ketua PGRI Kab. Sukabumi agar terlibat lebih serius mengawal kasus Ibu Susan. Plus, tentu saja Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi agar memberikan layanan utama dan terbaik.

(6)