Rantang Siswa Lahirkan “Siswa Penggerak”

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Kepala SMAN Dan Ketua PB PGRI)

Program Merdeka Belajar, Organisasi Penggerak, Sekolah Penggerak, Guru Penggerak terus menggelinding. Program Mendikbud Nadiem Makarim ini sampai saat ini terus bergerak menggelinding. Unik di Jawa Barat, khususnya Disdik Provinsi Jawa Barat mengadaptasi kementerian pendidikan dengan lahirnya “Siswa Penggerak”.

Siswa Penggerak dalam pola penguatan pendidikan karakter berbagi. Pola pendidikan berbagi dan peduli sesama akan melahirkan Pelajar Pancasila. Pelajar Pancasila adalah target akhir dari proses pendidikan nasional kita saat ini. Akan lahir kelak masyarakat Pancasilais. Gerakan Rantang Siswa adalah gerakan kolektif siswa di Jawa Barat terkait menguatkan mental berbagi dan penguatan karakter Pelajar Pancasila.

Dedi Supandi menjadi Kadisdik pertama yang lahirkan “Siswa Penggerak”. Siswa Penggerak ini mencapai 500 ribuan menebar manfaat dan khidmat pada masyarakat. Ratusan ribu siswa menjadi Siswa Penggerak dalam program Rantang Siswa. Rantang Siswa melahirkan Siswa Penggerak yang kontributif pada kehidupan masyarakat.

Setidaknya telah terbagi Rantang Siswa oleh Siwa Penggerak sebanyak 500 ribuan. Sungguh mulia gerakan Rantang Siswa bila dilihat dari kacamata kemanusian dan kepedulian. Anak didik yang awalnya rebahan dan terllihat main gadget kini menjadi Siswa Penggerak membagikan Rantang Siswa, rantang cinta pada sesama. Gerakan Siswa Penggerak ini harus terus dibudayakan.

Sungguh luar biasa, terutama siswa dari keluarga mampu secara ekonomi bisa menjadi Siswa Penggerak, bukan siswa rebahan yang malas-malas di kamar karena BDR atau puasa. Gerakan kolektif siswa Jawa Barat dalam bimbingan para guru dan pantauan Disdik Jawa Barat di bawah komando Dedi Supandi bagaikan “orkestrasi kemanusiaan” yang menguatkan pentingnya berbagi di bulan suci Ramadhan.

Hal paling subtantif dari gerakan Rantang Siswa adalah lahirnya Siswa Penggerak yang berkarakter Pancasila. Bagaikan satu kali mendayung satu dua tiga pulau terlampaui. Gerakan Rantang Siswa lahirkan dampak mulia lanjutan. Lahir siswa berkarakter Pancasila, lahir Siswa Penggerak, lahir pembiasaan berbagi, lahir siswa sehat yang tidak hanya rebahan tapi keluar rumah berbagi.

Hal yang pasti harapan akan lahir kelak para pemimpin masa depan yang gandrung berbagi bukan gandrung korupsi. Bagaimana masa depan bangsa kita nanti ? Lihat bagaimana anak didik kita, orangtua, guru, kepala sekolah dan Kadisdiknya saat ini. Siapa yang menabur angin akan menuai badai. Siapa yang menabur khidmat dan kebaikan akan menuai keberkahan dan keselamatan hidup.

(6)