Harap Bupati Karawang Berperan Serta Upaya Memulangkan Warganya Yang Sakit Di Saudi Arabia

Pewarta : N Laela

Koran SINAR PAGI, Jakarta,- Maraknya proses keberangkatan tidak resmi (ilegal) Pekerja Migran dari Indonesia terutama Jawa – Barat dan lainnya di duga kuat masih berlangsung sejak lama, diantaranya, dugaan kuat dialami Yana Nuryanah (41) asal Karawang, harap kepala daerah (Bupati) Karawang berperan serta berupaya memulangkan warganya yang dikabarkan jatuh dari lantai dua  rumah majikan (Saudi Arabia).
Demikian disampaikan Bunga (Bukan nama sebenarnya) warga Indonesia di suatu tempat, Sabtu (17/4/2021) kepada media menyampaikan, mengetahui dan bertemu dengan Yana di Sarikah Abusar’at (Saudi Arabia) sekitar dua bulan lalu.

Menurutnya, saat itu sekitar dua bulan lalu, dirinya sempat berbincang dan menyaksikan kondisi Yana PMI asal Karawang yang cindera berat bagian kaki, sejak berbulan-bulan tidak terawat membuat banyak pihak khawatir dan cemas jika tidak segera diatasi.

“maaf” Bau dari kakinya yang di duga patah dan kurang perawatan, jarang ganti perban dan nampak perban yang di pakai terlihat kumal membuat siapapun yang nurani kasih sayang kemanusiaannya muncul ingin membantu jika memungkinkan.

Setidaknya memberi tahu pihak-pihak yang bisa berperan serta mengupayakan solusi terbaik untuk warga Karawang tersebut. Pendapatnya, keluarga warga Karawang tersebut bisa jadi buta hukum, untuk itu perlu bantuan pihak-pihak terkait, terlepas Yana Nuryanah berangkat secara ilegal atau apapun itu namanya.

Sebagai sesama warga Indonesia, dirinya merasa prihatin karena banyak hal yang tidak dipahami sebelumnya jauh untuk mengerti hukum, beruntung dirinya bisa kembali ke tanah air dan berkumpul kembali bersama keluarga setelah perjalanan panjang lebih dari setahun terpisah dari keluarga, dirinya menegaskan kapok berangkat kerja ilegal.

Dari Jakarta terbang ke Surabaya, keesokan harinya terbang ke Malaysia, kemudian ke Riyadh dan sampai tujuan akhir ke Abha Saudi Arabia. Disana menjadi pembantu rumah tangga, kelelahan dan sakit, majikan termasuk baik dan menyetujui untuk pulang ke Indonesia yang sebelumnya dikembalikan dulu ke Sarikah.

Harap kedepan siapapun yang akan bekerja ke luar negara memikirkan segala sesuatu dan dampaknya dengan persiapan yang kita miliki, jika proses ilegal seperti dirinya tidak akan mendapatkan hak dan perlindungan semestinya, ada yang cukup beruntung bisa pulang sekalipun sakit seperti dirinya, tapi ada juga yang lebih parah.

Kabar tentang adanya yang mengalami tuduhan pencurian yang ditujukan ke PMI diantaranya oleh majikan, wanita tersebut tidak menampik, baik tuduhan dengan bukti atau tidak. Dirinya meyakini ada pihak-pihak tidak jujur sehubungan ketakutan di ketahui proses ilegal.

“Biasanya pihak-pihak terkait tidak mau di ketahui pihak kepolisian yang jujur, mereka ada yang memilih menempatkan PMI yang mendapatkan tuduhan tinggal atau disembunyikan di Sarikah, bisa juga dipulangkan, itu tergantung menurut mereka lebih amannya bagaimana, yang jelas tidak semua baik, tidak semua jahat.

Antisipasi guna melindungi diri lebih baik dengan prosedur formal dan jelas sejak dari rumah, mulai kesiapan sehat dan keterampilan diri, izin dari pasangan sah atau keluarga bagi yang tidak punya pasangan sah.

Perusahaan Jasa Tenaga Kerja yang bertanggungjawab terbuka dan legal serta tidak keberatan jika dokumen kita ada copy lampirannya yang di pegang keluarga mulai dari perjanjian kerja sampai paspor tidak perlu harus di terima calon pekerja menjelang terbang di bandara.

“Pokoknya akan lebih nyaman dan terbuka apabila kita melalui proses yang semestinya, calon pekerja dan semua petugas terkait lebih percaya diri dalam menjalankan pungsi yang harus dipertanggungjawabkan dengan keikhlasan, bahkan menyenangkan dan berkesan dengan suka duka yang dialami”

Pihaknya berpesan, tidak perlu basa-basi dan janji muluk-muluk, cukup ikuti dan lakukan aturan negara kita, akan lebih baik jika murah senyum, menghargai semua yang terkait, sampaikan yang perlu sewajarnya, berprasangka positif, hati-hati mengambil keputusan bukan karena bujuk rayu siapapun.

(11)