DPMD Jabar Pulihkan Ekonomi Dengan Sekolah Bisnis Desa khusus Bumdes

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-,  Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat pada tahun ini menyelenggarakan sekolah bisnis desa. Program ini diharapan berpengaruh kepada pemulihan ekonomi di masa pandemi khusus desa – desa.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat DPM-Desa Jawa Barat, Firman Nurtafiyana menjelaskan saat ini ada 4921 Bumdes yang berdiri dari 5312 desa. Setiap tahunnya jumlah Bumdes di Jabar meningkat. Secara kuantitas Bumdes, 2 tahun ini terpengaruh kondisi pandemi. Kalau dilihat krisis 98, perusahan besar saja yang terdampak, namun tahun pandemi UMKM / Bumdes terdampak, jelasnya diruang kerjanya (16/4/2021)

Maka DPMD Jabar mendorong untuk Bumdes untuk banting setir merubah peta bisnis Bumdes dengan menggali peluang produk yang dibutuhkan saat pandemi. Seperti melirik usaha masker, anti septik, dan produk herbal kesehatan yang mendukung pencegahan covid 19. Semua usaha memang cenderung terdampak. Tapi khusus produk pertanian pangan dan IT penjualannya masih stabil, karena kebutuhan hariannya tidak terpengaruhi kondisi. Jadi Bumdesa harus pandai melihat peluang yang tidak terduga. Itu diantara kunci BUMDES bisa bertahan.

Menurutnya khusus bidang Bumdes ini termasuk satgas covid 19 dalam pemulihan ekonomi. Maka  upaya kita fokus meningkatkan bisnisnya dengan mencarikan menemukan peluang pasar barunya. Misalnya provinsi punya aplikasi brondong, patriot desa, dan kemitraan lainnya, kita hubungkan untuk perluasan pemasarannya.

Dan pada tahun ini juga ada 100 desa, yang dibagi menjadi 4 angkatan. Dari peserta Bumdes terbaik perwakilan daerahnya. Diikut sertakan pada pertemuan langsung selama 4 hari, lalu dilanjut tahap II dicek perihal aplikasi bisnis di desanya, dan tahapan ke III kita kolaborasikan Bumdes dengan dunia usaha dan industri dalam bentuk kemitraan produksi, pemasaran atau permodalan. Semua pelaksanaannya didukung langsung oleh UNPAD, ITB, dan IPB.

Firman juga mengungkapkan tentang program bantuan permodalan khusus Bumdes juara senilai Rp.100 juta yang sebelumnya berjalan, namun tahun lalu dan tahun sekarang tidak dilanjutkan karena ada Refocusing Anggaran untuk Penanganan Covid19.  

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90