Bayar Utang TPG 1 Bulan !

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua Pengurus Besar PGRI)

ASN tak boleh mudik Saya setuju-setuju saja. Bahkan Prof.Dr.Haidar Nasir mengatakan sebagai salah satu bentuk tanggung jawab moral. Tentunya bagi yang punya moral. Bagi yang tak punya moral, ya memaksa mudik apa pun yang terjadi. Entitas ASN sebaiknya menjadi contoh karena mereka pun bagian dari tubuh pemerintah.

ASN adalah bagian struktur penting pemerintah. Entitas ASN adalah “tangan dan kaki” pemerintah. ASN yang punya etika sebaiknya menjadi “katalis” suksesnya kebijakan-kebijakan pemerintah. Setidaknya ada dua hal yang harus terjadi. Pertama ASN “patuh” pada kebijakan pemerintah dan pemerintah “patuh” mensejahterakan ASN.

Alangkah baiknya, misal bagi ASN guru semua tidak mudik. Alangkah baiknya ASN guru utang TPGnya yang satu bulan tahun kemarin dipinjam untuk dana Covid-19 dicairkan dengan THR. Pemerintah diikuti perintanya dan ASNnya pun diperhatikan haknya. Khusus guru misalnya mengapa tidak THR dan dana TPG yang satu bulan diberikan menjelang hari raya.

Bisa saja di jaman serba darurat karena Covid-19 para ASN yang mudik bukan fisiknya melainkan finansilanya. Stop mudik rame-rame! Tidak mengapa ASN “mudik finansial” transfer rame-rame ke kampung halaman. Orangtua, saudara dan keluarga di kampung bisa diberi rezeki. Rezekinya dari THR dan TPG yang dipinjem satu bulan. Mengapa tidak ?

Momentum mudik saat ini harus dilakukan lebih introsfektif. Mari kita mudik mental dan hindari mudik fisik. Mudik mental maksudnya lakukan TTM (Tasyakur, Tafakur dan Muhasabah) saja. Dua tahun ini kita masih belum bisa mudik dengan normal. Mari kita introsfeksi bersama terlalu banyak dosa yang kita telah lakukan.

Bila kita mau introsfeksi secara mendalam Tuhan masih sangat sayang pada kita semua. Andaikan semua dosa-dosa kolektif kita berbalas balik maka musibah, bencana dan wabah bisa datang lebih mengerikan. Bukankah moralitas kita mayoritas bermasalah ? Sungai jernih saja jadi pembuangan sampah. Trotoar tempat jalan kaki jadi tempat jualan. Kerja dan karir saja masih banyak suap.

Bahkan bukankah kalau kita tidak ikut edan tidak akan kebagian ? Kebagian apa ? Kebagian gonimah dan kue manis yang bisa didapatkan dari negara ? Ikut edan salah, tidak ikut edan juga menjadi rugi. Inikah realitas kehidupan kita ? Pantaskan dalam realitas kehidupan seperti ini ada keberkahan ? Tentu tidak mungkin ada keberkahan dalam kehidupan sosio edaner.

Kembali ke bahasan di atas, ASN jangan ikut “edaner” melainkan menjadi influencer integritas. Jujur melihat sikon dan memberi solusi pada sikon yang sedang “membutuhkan pertolongan”. Pertolongan sederhana para ASN saat ini dalam rangka melandaikan atau memutus penyebaran Covid-19 adalah tak ikut mudik. ASN yang tak ikut mudik menurut muridku yang sudah jadi ASN berikan tambahan THR.

ASN yang tak ikut mudik diberi tambahan THR ? Maunya demikian. Tapi menurut Saya cukup bayarkan THR dan bayarkan TPG yang dipinjem satu bulan di tahun 2020. Tentu dibayarkan seminggu sebelum hari raya idul fitri. Ayo para ASN kita dukung pemerintah tak usah mudik dan tetap transfer pada keluarga di kampung agar geliat ekonomi tetap bertumbuh.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90