Kades Sukaratu Sumedang Akui Ada Wanita Hamil Dipulangkan Suaminya

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Ditenggarai di Desa Sukaratu, Kec. Darmaraja, Kab. Sumedang, Jawa Barat, ada seorang perempuan sebut saja (nama samaran) Bunga (18), yang tiba- tiba dipulangkan suaminya asal Ciamis. Menurut informasi alasan dia dipulangkan karena Bunga sudah hamil 7 bulan sementara usia pernikahan baru 3 bulan

“Mereka menikah sekitar bulan Desember 2020, jadi baru 3 bulan menikah. Sementara usia kehamilan nya sudah 7 bulan, karena itu lah maka suaminya yang asal Ciamis tidak terima dan memulangkan (Bunga) ke rumah orang tuanya “, ujar sumber  yang tidak ingin identitas nya terungkap, kepada koransinarpagijuara.com, Selasa, (6/4/21).

Lebih jauh sumber mengatakan, berikut nya saat Bunga mengalami pendarahan dan dirujuk ke RSUD Sumedang, disitulah Bunga bercerita bila sebelum nikah pun ia sempat melakukan hubungan badan dengan pacar nya yang orang Sukabumi. Dan tragisnya diapun menceritakan bila sebelum itu, saat Bunga duduk di bangku MTS kelas 2 , dia mengalami pengalaman pahit, berupa perkosaan oleh ayah tirinya, bahkan selain itu juga, diterangkan sumber, Bunga pun mengalami perkosaan oleh salah seorang supir angkot daerah Corenda.

“Jadi sangat kasihan dengan nasib dia. Bahkan ( Bunga) pernah datang ke Kantor Desa Sukaratu, untuk melaporkan”, ujar sumber.

Dikonfirmasi, di hari yang sama, ke Kepala Desa Sukaratu, Sahya Sukarya Putra, membenarkan bila ia pernah kedatangan Bunga ke kantor, ” Tapi saat itu yang bersangkuta datang ke Kantor Desa meminta perlindungan atas dia dipulangkan oleh suminya. Cuma itu”, jelas nya, yang juga disaksikan Kepala Wilayah Dusun Kampung Durung, Miliana.

Jadi intinya, ujar Kades Sahya, anak itu mengkhawatirkan nasib dirinya,  ” Gimana nasib saya,saya dipulangkan suami saya, sementara saya sedang hamil. Di rumah saya tidak ada, yang ada ayah tirinya, sementara ayah nya itu seolah tidak peduli”, ujar Sahya, menirukan Bunga.

Nah, lanjut Sahya, yang mendengar cerita kejadian (Bunga) katanya ( diperkosa) ya Pak Kemil (Miliana) ini,. Karena cerita itu terjadi saat Bunga dirujuk ke Rumah Sakit saat dia mengalami pendarahan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kemil (Milana – red), yang saat itu juga ada diruangan membenarkan, bila saat dikendaraan Bunga bercerita bila dia pernah diperkosa oleh ayah tirinya bahkan saat setelah dipulangkan oleh suaminya, pun Bunga masih  mengalami lagi hal serupa.

“Kejadian itu ( perkosaan),  berulang pada tanggal 6 Maret ( 2020). Saya kaget, dan saat mendengar itu sepulang mengantar, saya langsung menginformasikan ke Kepala Desa”, tandas Kemil.

Dan Pak Kades pun kaget, lanjut Kemil, berikut nya Pak Kades meminta pendapat dari petugas Polsek Darmaraja, melalui Petugas Babinkamtibmas.

Kades Sahya pun membenarkan ucapan Kemil, “Betul saya sudah minta pendapat, tapi kata petugas dari Polsek yang lapor itu harus korban langsung”, ucap nya.

Dari pihak keluarga Bunga, Kades Sahya pun mendapat penjelasan bila  Bunga omongan nya suka ngelantur, “Dan waktu saya mau memeriksakan Bunga ke  Pshycolog di Tegal Kalong atas arahan dari seorang petugas dari Polres Sumedang. Namun saat ditemui dirumahnya, Bunga mengatakan bila ayah tirinya selama ini baik, tidak terjadi apa – apa, dan saya ngomong suka ngelantur. Nah karena omonga itu dari yang bersangkutan kami tidak jadi membawa Bunga ke Pshycolog tersebut. Saya ada rencana kordinasi dengan Dinsos Sumedang tapi hal itu belum dilakukan”, jelas Kades Sahya.

Juga Kades Sahya pun mengakui bila ia belum sempat menghubungi pihak Suamii Bunga yang berada diluar Kabupaten Sumedang.

Dan hingga berita ini dimuat belum diperoleh keterangan dari pihak Bunga, karena  menurut Kemil juga nara sumber, Bunga kini sulit ditemui apalagi sama orang media. Bahkan saat media minta bantuan untuk menghadirkan Bunga ke Kantor Desa Sukaratu pun, pihak desa tidak bisa.

“Tidak bisa Pak, (Bunga) tidak akan bisa dibawa kesini (Kantor Desa)”, ucap Kemil.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60