Klinik Darul Arqam Mendapatkan Hibah dari Kedutaan Besar Jepang di Indonesia

  • Whatsapp
banner 468x60

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut – Klinik Darul Arqam melaksanakan kegiatan serah terima hibah sekitar 520 juta lebih untuk biaya renovasi dan pengadaan peralatan kesehatan dari Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Indonesia, di Klinik Darul Arqam, Desa Ngamplangsari, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Selasa (30/3/2021).

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Garut, Suherman, yang datang langsung mewakili Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengapresiasi langkah dari Pondok Pesantren Darul Arqam yang bisa melakukan kerja sama dengan pemerintah Jepang.

“Ya tentu yang pertama kami mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi langkah pondok pesantren Darul Arqam melakukan lompatan yang luar biasa sehingga bisa bekerja sama dengan pemerintah jepang. Dan akhirnya pemerintah jepang memberikan kepercayaan kepada pimpinan pondok darul arqom untuk memberikan bantuan peralatan kesehatan,” ujar Suherman seusai acara.

Ia berharap dengan adanya bantuan ini bisa meningkatkan pelayanan dari klinik Darul Arqam. “Harapannya mudah-mudahan klinik ini bisa melayani masyarakat dari berbagai strata bukan hanya di kalangan Muhammadiyah tetapi juga masyarakat umum sehingga betul-betul berfungsi peningkatan (pelayanan) kesehatan,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris III Kedubes Jepang untuk Indonesia, Kimura Yusuke, mengatakan alasan mengapa pihaknya memilih Klinik Darul Arqam untuk diberikan hibah berupa peralatan kesehatan karena ada beberapa alkes (alat kesehatan) yang belum memadai. “Karena fasilitas sama peralatan kesehatan di Klinik Darul Arqam itu belum memadai oleh karena itu kami memilih Klinik Darul Arqom,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, saat ini peralatan kesehatan di Klinik Darul Arqam sudah memadai sehingga masyarakat bisa mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari sebelumnya. “Setelah saya lihat fasilitas sama alat kesehatan yang di Darul Arqam itu sudah cukup memadai sehingga masyarakat Garut juga mungkin dapat fasilitas yang lebih bagus daripada sebelumnya. Pemerintah Jepang juga selanjutnya juga mau terus mengurus, mau membantu untuk masyarakat Indonesia,” terangnya.

Sementara, Kepala Klinik Darul Arqam, dr. Sakinah Ginna menuturkan pada awalnya pihaknya mengajukan RAB (Rancangan Anggaran Biaya) sebesar 1.3 sampai 1.4 miliar rupiah. Ia juga mengatakan bahwa proses penerimaan proposal tidaklah mudah.

AAdapun hibah yang kami ajukan itu pada awalnya kami itu mengajukan RAB itu sebesar 1 juta yen jadi sebesar 1.3 sampai 1.4 M rupiah, dan setelah proposal itu masuk di 2018 kemudian ada proses penerimaan proposal, proposal kami diterima dan itu ternyata tidak mudah, jadi ada proses visitasi dulu di 2019,” kata dr. Sakinah.

dr. Sakinah menerangkan bahwa proposal dari Klinik Darul Arqam diterima diakhir tahun 2019 antara lain untuk renovasi klinik dan pengadaan peralatan kesehatan. “Sampai akhirnya di-acc (diterima) di akhir 2019, proposal kami diterima dari dana 1,1 (Miliar Rupiah) itu yang di-acc-nya itu 524.685.763 rupiah, dan itu untuk renovasi klinik dan pengadaan peralatan kesehatan, yang lebih besarnya memang itu untuk pengadaan alkes (alat kesehatan),” katanya.

Dengan adanya bantuan hibah ini, dr. Sakinah berharap klinik kesehatan dapat memberikan manfaat dan pelayanan kesehatan yang lebih luas. Tidak hanya untuk warga pesantren tapi untuk masyarakat lainnya.

“Jadi alhamdulillah sekali dengan ada bantuan hibah ini sarana prasarana dan peralatan kesehatan di klinik itu semakin lengkap, dan mudah-mudahan kami berharap dapat memberikan lagi syiar yang lebih luas, dan pelayanan kesehatan yang lebih luas, tidak hanya untuk warga pesantren tapi untuk masyarakat lainnya,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90