Siswa Indonesia Pintar Butuh Bantuan HP Bekas Agar Belajar Online Lancar

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Kota Bandung)-, Masa pendemi covid 19 yang menginjak 1 tahun menjadikan akses belajar tatap muka terputus. Sistem belajar onlinepun tidak bisa dinikmati oleh semua siswa, karena ada sebagian mereka yang tak mampu beli HP. Seperti yang dialami Kurnia Sandi siswa kelas 7 i yang bersekolah di SMPN 21 Kota Bandung. Berlokasi di Jalan Caringin Gang Lumbung II, Kelurahan Babakanciparay, Kecamatan Babakanciparay, Kota Bandung.

Saat ditemu jurnalis koran SINAR PAGI dirumah kontrakannya yang berukuran kurang lebih 4×5 meter, Ade Suhendi (58 tahun ) kepala keluarga dengan 6 anak, mengungkapkan anak saya yang SMP ini belajarnya agak telat. Kadang ke sekolah menemui gurunya, karena tidak punya HP jadi tidak bisa ikut belajar online. Jadi banyak pelajaran yang tertinggal/terlewatkan, walaupun sudah dikasih buku sama sekolah, tapi tidak cukup, karena perlu bimbingan untuk mempelajarinya. Sedih juga saat dengar anak harus pinjem HP temenya, tapi temenya kadang ada yang suka dan tidak suka dipijemin terus-terusan, ungkapnya saat wawancara didampingi Istri dan anaknya yang paling kecil berusisa 2 tahun di jl Kopo Cirangrang Gang Bapak Adji Rt 4 Rw 4 Margasuka Kecamatan Babakan Ciparay Kota Bandung (27/3/2021)

Disisi lain, Kurnia Sandi anak Ade Suhendi, siswa yang saat ini kelas 7 di bangku SMPN 21 kota Bandung yang memiliki kartu Indonesia Pintar bernomer NISN 0072336269 dengan masa berlaku 2017-2021. Sering memohon kepada orang tuanya agar dibelikan HP untuk belajar diruang online bersama teman-teman.

Saat ditanya, kalau ada yang mau ngasih HP bekas, Kurnia mau tidak, atau mau HP baru?… Kurniapun menjawab walaupun HP bekas, asal bisa dipake belajar online tidak apa-apa. Udah hampir satu semester ketinggalan belajar, karena tidak punya HP, jadi tidak bisa masuk ruang belajar online bersama guru-guru dan temen-temen di sekolah.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60