H. Dadang Suryana Optimis Ikut Serta Pencalonan Ketua APDESI Kabupaten Bandung

  • Whatsapp
banner 468x60

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Kabupaten Bandung)-, Musyawarah daerah pemilihan ketua APDESI 2021-2026 mulai menjadi bahan obrolan kepala desa. Beberapa kepala desa mulai berkumpul untuk menyatukan dukungannya. kandidat-kandidat ketuanya pun sudah mencuat untuk menjadi calon. Lalu bagaimana pandangan para kepala desa terkait yang akan mencalonkan sebagai ketua APDESI kedepan?…

Kepala Desa Rahayu H. Dadang Suryana yang saat ini menjabat wakil ketua APDESI Kabupaten Bandung saat dikunjugi media dikantornya, mengungkapkan terkait menjelang pemilihan ketua APDESI kedepan yang akan berlangsung pada pertengahan tahun ini. “Pak Haji, saat ini diharapkan oleh para kepala desa untuk ikut serta menjadi kandidat calon ketua APDESI Kabupaten Bandung. Dari beberapa calon yang akan mencalonkan sebagai kandidat ketua. Saya berpikir bukan soal menang atau kalah. Tapi optimis melangkah dan berdo’a untuk mewujudkan harapan kepala desa.

Menurutnya organisasi APDESI adalah organisasi bagi kepala desa, aparat desa, purnabakti kepala desa. Jadi cukup banyak anggotanya. Sehingga perlu keputusan-keputusan yang strategis untuk mewujudkan apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi dari organisasi. Perlu disepakati bahwa organisasi ini bukan lembaga ekonomi ataupun lembaga yang dipengaruhi oleh pimpinan kepala daerah. Lembaga ini merupakan kumpulan para orang terbaik dari desanya masing-masing. Maka perlu pemimpin yang berwibawa & berpengalaman memimpin periode kedepan untuk kemajuan organisasinya. Pemimpin yang lahir dari proses pemilihan yang ideal & tidak melanggar aturan.

H. Dadang kepala desa 3 periode ini menyimpulkan sebelumnya ada program buku RT, koperasi, pendampingan hukum dan program PJU. Pada dasarnya semua program itu baik dan perlu, yang paling penting landasannya harus musyawarah dan sesuai aturan APBDes saat pelaksanaanya.

Pak Haji kedepannya, jika diamanati untuk memimpin APDESI maka yang akan pertama dilakukan itu memusyawarahkan dulu programnya. Jadi setiap keputusan yang muncul itu keputusan bersama dari seluruh perangkat desa yang ada di Kabupaten Bandung melalui perwakilannya. Sehingga keputusannya secara otomatis akan diterapkan oleh mereka, karena mereka yang membuatnya dan mengharapkannya.

Dalam pemilihan pemimpin di suatu organisasi H. Dadang Suryana memandang bahwa kita itu tidak perlu terlalu ingin menduduki jabatan. Dalam cara pandang agama menyimpulkan kita itu harus memilih yang terlihat enggan menduduki jabatan, bukan yang berambisi dengan terlihat menghalalkan segala cara, mengiming-imingi sesuatu hingga money politik. Semua itu adalah awal yang akan merusak organisasi kepala desa ini. Kalau dilihat kepala desa sudah pada pintar untuk mengetahui siapa yang layak untuk memimpin kedepannya. Lihatlah nanti saja hasilnya saat pemilihan yang akan dilaksanakan setelah Pilkades serentak di 49 desa. Intinya Pak Haji siap untuk jadi kandidat calon ketua.

Pandangan kedepannya organisasi ini dengan sendirinya jika berfungsi maksimal untuk apa yang ada di desa & kebutuhan aparat desa mampu mengkomunikasikan dengan berbagai pihak. Maka organisasi ini secara tidak langsung akan didorong oleh dukungan modal anggotanya, karena mereka merasa diperjuangkan oleh organisasinya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 468x60