Gadis Dari Pegunungan Desa Sambirata Banyumas Yang Rajin Mengukir Prestasi

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Banyumas)-, Membangun prestasi sejak dini sangat erat dengan kemauan diri atau bahkan dukungan lingkungan dalam keluarganya. Prestasi bisa dibentuk karena ada perkembangan potensi diri. Nur Fadilah gadis kelahiran Desa Sambirata Cilongok Kabupaten Banyumas sejak kecil sudah terlahir dengan pembinaan orang tuanya.

Pernah suatu malam saat orang tuanya bangun untuk salat malam, Nur Fadilah ikut serta melaksanakan salat. Walaupun tidak tahu bacaan sholatnya, dia hanya mengikuti gerakannya saja. Proses tersebut merupakan diantara bimbingan secara tidak langsung dari orang tuanya.

Semenjak masuk SD-SMP kepekaan terhadap lingkungannya pun muncul mulai dari peka terhadap teman-temannya, semangat belajarnya hingga aktif diberbagai organisasi. Pengalaman organisasinya mengantarkan kepada prestasi mulai dari menjadi juara lomba, menjadi pengurus atau ketua organisasi dan tumbuhnya bakat menulis ada dalam dirinya menjadi diantara ciri khas keistimewaannya.

Nur Fadilah merupakan gadis yang masih sekolah di lingkungan SMK di Ajibarang dan ketua ikatan pelajar putri Nahdlatul Ulama / IPPNU Desa Sambirata. Pelajar yang memiliki semangat belajar yang tinggi hormat kepada gurunya, kemauan yang keras namun tetap berbakti kepada orang tua dan harmonis peka terhadap lingkungannya, membuat dirinya mudah adaptasi dan berkembang.

Disisi lain gemar menulis inspiratif karena peka sosial menjadi hobi untuk mengisi waktu luangnya. Karya tulisnya lahir dalam bentuk artikel, berita dan puisi. Selain menulis ketertarikan kepada buku pun menjadi warna-warni dalam hidupnya dan rajin mengaji pun menjadi sebuah perjalanan hidupnya.

Saat ini Dila memiliki cita-cita sebagai seorang ahli medis kedepannya dan akan berupaya meneruskan semangat belajarnya. Baginya tidak ada kata untuk berhenti belajar, karena dengan belajar itu apa yang kita cita-citakan teraih.

Diantara prestasi yang diraih ialah menjadi Putri Inspirasi Banyumas dari program kerjasama yang diselenggarakan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama pusat dengan woobiz. Selain itu lomba-lomba sekolah pun banyak diraih olehnya. Bahkan tidak ragu untuk hadir mengikuti acara yang bertema berbahasa asing.

Nur Fadilah merupakan pemudi yang tumbuhan dalam dirinya karakter selalu mudah tersenyum saat bertemu banyak orang. Walaupun hatinya sedang sedih, dia berupaya tidak menampilkan sebuah kesedihan. Dan yang paling unik pada dirinya, jika suatu malam kadang-kadang sedih dan kesedihannya itu disalurkan untuk bermunajat berdoa kepada Tuhannya. Karena takutnya menghadapi masa depan Nur Fadilah sering menangis untuk menyambut mengawali hari-hari barunya. Namun ketakutan dan tangisannya berbuah positif motivasi untuk mewujudkan moto hariannya, “hari ini harus lebih baik dari hari yang berlalu”.

Nur Fadilah merupakan remaja yang suka dengan diskusi, suka dengan bergaul dengan berbagai kalangan. Kepribadianya menjadi daya tarik sendiri di lingkungannya. Sehingga kadang banyak orang-orang yang mendekat padanya untuk ngobrol ataupun bahkan ingin mengajaknya berfoto bersama.

(254)