Membaca Pesan Kadisdik Jabar

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Praktisi Pendidikan)

Ucapan Kadisdik Jawa Barat Dedi Supandi di media Inilah Koran mengatakan, “Selamat menikmati kepada guru dengan pencarian gaji di bulan ini, dan terus berkarya di masa pandemi.” Ucapkan Kadisdik ini menginfokan dua hal, pertama terkait gaji sudah cair dan yang kedua terkait karya, prestasi dan dedikasi guru.

Faktanya setiap bulan sudah puluhan tahun gaji guru selalu cair dan lancar-lancar saja. Bila ada sedikit kendala karena ada penyesuaian terhadap penerapan aplikasi Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) Kemendagri, sangat bisa diterima. Sebuah perubahan pasti ada jeda atau transisi penyesuaian.

Hal yang justru menarik dicermati bukanlah terkait cairnya gaji yang sudah biasa diterima para guru PNS. Namun yang lebih subtantif dan terkait tanggung jawab guru sebagai aparatur pelayan pendidikan adalah permintaan Kadisdik yakni “Terus Berkaya Dimasa Pandemi”. Ini penting !

Sebagai Kadisdik Provinsi Jawa Barat Dedi Supandi nampaknya mengajak para guru dengan segala keterbatasan dan kesulitan dimasa pandemi tetap bekerja optimal, melayani anak didik dan berkarya. Guru adalah bagian dari para pelayan publik yang harus terus berkinerja optimal dan berkarya.

Teringat ucapan populer di HGN tahun 2015 yang mengusung spirit “Guru Mulia Karena Karya”. Ucapan Kadisdik Dedi Supandi seolah mengajak para guru untuk tetap memuliakan entitasnya dengan tetap berkarya. Kemuliaan guru terkait karya bukan hanya terkait apakah gaji sudah cair atau tidak ?

Ungkapan bijak mengatakan “Apa yang bisa kita berikan pada negara bukan apa yang bisa kita terima dari negara”. Gaji guru ASN adalah apa yang bisa dan biasa kita terima setiap bulan. Namun karya apa yang bisa kita berikan pada negara? Ucapan Kadisdik Jawa Barat membawa “kode” negara sudah gaji kita dan mari kita “balas” dengan karya.

Guru mulia karena karya bukan guru mulia karena gaji. Faktanya semua guru dapat gaji namun apakah semua guru punya karya atau maha karya yang sangat baik untuk pendidikan ? Ini adalah sebuah pertanyaan yang membutuhkan jawaban dalam bentuk karya nyata. Menjadi aparatur pendidikan yang minus karya tentu tak elok.

Mari semua aparatur pendidikan khususnya guru terus belajar dan belajar, kreatif, inovatif, kolaboratif dan berkarya sekecil apa pun untuk sukseskan Jabar Juara ahir Batin. Apa yang sudah diberikan negara dan khususnya pemerintah Jawa Barat kalau kita tasyakuri sudah cukup. Namun apakah yang kita sumbangkan dalam bentuk karya dan prestasi apakah sudah cukup?

Ajakan Kadisdik Jawa Barat, Dedi Supandi tetap berkaya sekali pun era pandemi adalah ‘kode’ agar semua ASN guru di Jawa Barat terus meningkatkan dedikasi walau situasi masih dibayang-bayangi wabah. Gaji guru untuk kesehatan finansial dan karya untuk kesehatan kemuliaan guru.

(11)