Produk UMKM dan Poklahsar Harus Jadi Daya Tarik Oleh – Oleh Khas Kab.Sukabumi

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Kelompok UMKM yang memiliki nama Kelompok Pengolahan dan Pemasaran (Poklahsar) Kartini, dan UMKM lainnya harus menjadi daya tarik oleh-oleh khas Kabupaten Sukabumi, hal itu di ungkapkan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi seusai Paripurna.

Kebetulan ada koperasi yang tergabung dengan Dinas Disperindag Kabupaten Sukabumi, disini ada beberapa makanan yang memang di bikin rumahan (home industri).

“Tadi kita kunjungan ke display di halaman kantor DPRD, ternyata cukup luar biasa. Tinggal kita bikin Packaging yang kreatif, yang menarik supaya nantinya ini menjadi daya tarik konsumen untuk bisa membeli barang itu,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Yudha Sukmagara saat melihat prodak (15/02/21)

Lanjut Yudha mengatakan ini perlu di dorong, karena ternyata banyak sekali barang, terutama makanan buatan Sukabumi, ada Baso Ikan, Abon, Peyek, Lumpia Kering dan lainnya.

“Sangat luar biasa dan juga dengan adanya pariwisata meningkat nantinya kita berharap, kita pun sudah bisa mempersiapkan UMKM ini supaya nanti punya trade mark, ketika datang ke sukabumi, sekarang kan masih bingung, nantinya akan ada trad mark kalau ke sukabumi bawa satu prodak sukabumi yang menjadi sebuah cendra mata,” tuturnya

“Contohnya pada saat kunjungan kerja ke bali ada tempat disana tempat perbelanjaan oleh-oleh, ternyata barang ini buatan sukabumi tapi packejingnya buatan bali, jadi saya rasa kenapa gak kita bikin, tadi juga komunikasi dengan bupati bahwa akan bikin rest area, rest area yang nantinya akan menjajakan makanan-makanan asli oleh-oleh Sukabumi.” Jelasnya

Dilokasi yang sama Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengatakan, bahwa yang akan didorong pasca Covid-19 usaha yang bisa cepat untuk mendorong daya beli dan bisa menunjang pariwisata.

“Nanti yang akan didorong pasca covid, jadi usaha usaha yang bisa cepat untuk bisa mendorong daya beli maupun juga kreativitas masyarakat di luar pariwisata harus juga dengan penunjangan UMKM yang siap untuk bisa memberikan kontribusi percepatan daya beli,” ujarnya.

“Jadi pertama ketika covid ini sudah tertanggulangi secara baik, percepatan anggaran itu akan di dorong ke pariwisata dan UMKM. Supaya masyarakat langsung di luar insprastruktur jasa padat karya, tapi yang paling cepat bagaimana menyikapi masyarakat setelah pasca covid ini untuk memulai berusaha pemberdayaannya,” tandasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90