Pemkab.Sukabumi Tandatangani MoU Project Closed Loops Cabai Dengan 14 Mitra Terkait

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Avenk

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Pemerintah Kabupaten Sukabumi membuat nota kesepahaman “Project Closed Loops Cabai” secara virtual bersama 14 mitra terkait dari Gedung Pendopo Sukabumi, Senin (08/02/2021).

Menurut Asisten Deputi Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kemenko Bidang Perekonomian RI, Yuli Sri Wilanti, ke 14 institusi yang ikut menandatangani MoU ini di antaranya, Kemenko Bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, KADIN, hingga kelompok tani.

“Nota kesepahaman ini, ada ruang lingkup yang akan disepakati bersama, mulai dari penyediaan bibit, pupuk, pendampingan, dan lainnya,” paparnya.

Ditegaskan, bahwa Kemitraan Closed Loops ini, bisa berjalan dari hulu sampai hilir, dari produksi hingga pemasaran.

Bupati Sukabumi, H.Marwan Hamami mengapresiasi Kemenko Bidang Perekonomian Republik Indonesia, berkat inisiasinya, acara penandatanganan nota kesepahaman ini bisa terlaksana.

“Terima kasih Kemenko Bidang Perekonomian yang telah menginisiasi sejak November 2020 lalu. Bahkan dari mulai audiensi, asesment ke Kelompok Tani Cabai, sampai akhirnya dipilih Kabupaten Sukabumi sebagai pilot project,” ujarnya.

Program Closed loops ini merupakan jembatan bagi petani dan pasar, sehingga, suplai akan lebih maksimal dan produk serta harga pun lebih stabil, sebab, closed loops ini menyinergikan rantai nilai pertanian, mulai dari hulu hingga hilir untuk menciptakan efisiensi yang berdaya saing dan berkeadilan.

“Program ini akan memberikan semangat, inovasi, serta kreatifitas baru, sehingga, bisa diperoleh peningkatan hasil yang melimpah, dengan begitu akan ada peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi petani cabai di Sukabumi,” ujarnya.

Dia berharap ke 14 mitra terkait bisa bersinergi. “Saya optimis program ini akan meraih kesuksesan seuai yang kita harapkan,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat mengatakan, lahan yang digunakan untuk pilot project closed loops cabai ini seluas 1,5 hektare yang berada di dua desa di Kecamatan Sukaraja.

“Lokasinya ada di Desa Langensari dan Selaawi, nanti akan dikembangkan juga ke depannya. Sejauh ini baru melibatkan enam petani,” bebernya.

Program closed loops ini, secara garis besarnya adalah Pertanian yang maju, dimana, proses penanaman hingga pasarnya telah tersedia.

“Dari sisi petani, sudah ada alat untuk menakar kebutuhan tanaman yang sesuai hingga proses panen. Ditambah adanya jaminan pasar dan pembiayaan bagi petani, sehingga, petani tinggal fokus mengembangkan cabai yang dikelolanya,” paparnya.

Pemilihan cabai sendiri dilakukan atas dasar fluktuasi harga yang tinggi, disamping penanaman di Sukabumi pun cukup bagus.

“Makanya, pendistribusiannya bekerjasama dengan pabrik sambal yang memerlukan stok cabai melimpah,” pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90