Geopark Ciletuh Kab.Sukabumi Adalah Sebuah Keindahan Alam Yang Hakiki

Pewarta : Avenk

Infrastruktur Jalan menuju kawasan Geopark Ciletuh sudah dalam kondisi yang baik

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Taman Nasional Ciletuh – Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi bukan hanya sekedar obyek wisata alam kebanyakan, namun sekaligus merupakan Geopark Nasional Indonesia yang keberadaannya telah diakui UNESCO pada tahun 2015 silam, dimana dua tahun kemudian tepatnya tahun 2017, menjadi Geopark Internasional atau Global Geopark Network (GGN).

Pertimbangan UNESCO mengakui Ciletuh sebagai geopark dunia, bukan tanpa alasan. Sejak penilaian pada awal Agustus 2017, Ciletuh memiliki poin yang bagus di setiap kriteria standar geopark dunia, dimana keindahan alamnya lengkap, ada landscape, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di pertemuan air sungai dengan laut.

Selain itu, Geopark Ciletuh juga dikelilingi hamparan alluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah. bukan hanya perbukitan batuan yang dimiliki, Ciletuh juga mempunyai pantai dengan ombak yang disukai para peselancar dunia, seperti di Pantai Cimaja yang sudah sering terpilih sebagai lokasi lomba surfing berskala internasional.

Curug Awang, satu dari 7 (tujuh) Air Terjun yang ada di kawasan Geopark Ciletuh, Kab.Sukabumi

Selain tentang keindahan alam, penilaian Geopark juga mencakup segi budaya, dimana dikawasan seluas 128.100 hektare tersebut Adat Sunda masih sangat terasa. Disini pengunjung tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja, di Geopark Ciletuh wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata eksotis. Mulai dari keindahan Air Terjun (Curug) Awang dan beberapa Curug lainnya, Taman Purba, Bukit Panenjoan, dan masih banyak lainnya.

Kawasan Geopark Palabuhanratu memiliki luas sekitar 128 ribu hektare ini tersebar di 8 kecamatan di 74 desa / kelurahan, berikut adalah nama-nama Kecamatan yang meliputi Kawasan Wilayah Geopark Palabuhanratu, Kecamatan Cisolok, Kecamatan Cikakak, Kecamatan Simpenan, Kecamatan Waluran, Kecamatan Ciemas, Kecamatan Ciracap, dan Kecamatan Surade.

Seiring dengan berjalannya waktu mengingat minat masyarakat yang cukup tinggi untuk mengunjungi kawasan obyek wisata ini, Pemerintah Kab.Sukabumi terus berupaya memperbaiki infrastruktur diwilayah tersebut, terutama akses jalan.

Kini, dari Kota Palabuhanratu, wisatawan akan lebih mudah menjangkau lokasi wisata ini, dengan jarak tempuh yang lebih dekat.

Disamping itu, bagi wisatawan yang ingin lebih puas menikmati obyek wisata, dengan meluangkan waktu lebih lama, pemerintah setempat sudah mempersiapkan masyarakatnya, mulai dari pengembangan desa binaan, pengembangan geowisata, pengembangan homestay, dan kebutuhan masyarakat lainnya.

(20)