Pengrajin Tahu Tempe Dibuat “Pusing” Ketua Fraksi Gerindra Prihatin Imbas Naiknya Harga Kedelai

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Ayi Suherman

Koran SINAR PAGI, Kab.Sukabumi – Ketua fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Sukabumi, Usep Wawan menyayangkan awal tahun 2021 harga kacang kedelai impor meroket naik.

Cukup prihatin melihat pengrajin tahu tempe yang kesusahan memproduksi tahu dan tempe karena terus menerus naiknya harga kedelai dan kurangnya pendapatan dan mengurangi tingkat produksi.

Sudah beberapa hari ini dirinya mengaku sering dapat curhatan dari para pengrajin tahu tempe yang ada di daerah saat ditemui wartawan koransinarpagijuara.com dikediamannya di komplek perumahan Tamansari Palabuhanratu, Rabu (6/1/2021) ujar Usep.

Selain itu para pengusaha tahu tempe mengeluh berkurangnya pendapatan dari hasil produksi, ini membuat dilema para pedagang dan konsumen.

Legislator Gerindra menilai kenaikan harga kedelai sudah berulangkali imbasnya kali ini yang lebih parah, menaikan harga di tengah pandemi Covid-19,” cetusnya.

Ya cukup prihatin dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sekarang sedang susah karena terpuruk imbas dari Covid-19, Kita berharap pemerintah bisa memberikan perhatian ekstra terhadap para pelaku importir kedelai, terutamanya pada masyarakat di bawah yang merasakan langsung imbas dari kenaikan harga kedelai tersebut.

Intinya ini harus jadi pembelajaran untuk kita dan bagi pemerintah daerah harus bisa membuat skema dimana masyarakat jangan selalu terus bergantung pada produk impor, bisa menciptakan produk lokal.” pungkasnya

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90