Tokoh Publik Gencarkan Protokol Kesehatan Sambut Pilkada 9 Desember

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin

Koran Sinar Pagi (Bandung)-, Pesta demokrasi Pilkada tinggal menghitung hari. Para tokoh publik dan pelaksana Pilkada mulai masif menyuarakan protokol kesehatan. Karena semua pihak tidak berharap adanya penyerbaran virus covid 19 saat proses pencoblosan. 

Ketua KPU Jabar, Rifki Ali Mubarok memaparkan, akan bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Selain itu, KPU Jabar pun melaksanakan Pilkada dilaksanakan dengan mamatuhi prokes serta berdampingan dengan pemerintah serta DPR.
 
“Penyelenggara akan menjamin kesehatan dan keselamatan dalam pelaksanaan pemilihan dan pihak yang terlibat,” paparnya, (24/11).

Di samping itu, KPU Jabar akan memastikan petugas serta pemilih merupakan orang yang sehat dan tidak terpapar Covid-19. Kemudian, tahapan logistik saat ini telah mencapai angka 90 persen, baik anggaran maupun Alat Perlindung Diri (APD) yang nantinya akan digunakan oleh para petugas.

“Kami juga memfasilitasi rapid dan swab test bagi para petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara.

Disisi lain, Ketua Umum Paguyuban Pasundan, Didi Turmudzi mengatakan pelaksaan Pilkada di tengah pandemi Covid-19 menjadi hal dilematis. Pasalnya, kasus Covid-19 di Jawa Barat masih tinggi.

“Di satu sisi kita harus mengutamakan kesehatan masyarakat. Di sisi lain kepala daerah masa jabatannya sudah habis sehingga kewenangannya menjadi terbatas,” kata Didi kepada jabar ekpres mitra media cetak Koran Sinar Pagi (24/11).

Dia menjelaskan bahwa pihak penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu harus memastikan keamanan dan keselamatan para pemilih 9 Desember mendatang.
 
“Oleh karena itu, harus ada solusi, mudah-mudahan Pilkada di Jawa barat dapat berjalan dengan aman dan lancar,” jelasnya.

Didi mengungkapkan bahwa pemerintah sudah memiliki kebijakan maka semua pihak harus berdisiplin pada protokol kesehatan, agar tidak menjadi korban, menimbulkan masalah baru dan kegaduhan.

Protokol kesehatan yang dimaskudkan Didi seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak (3M) untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Kita semua harus dan patuh pada aturan pemerintah tentang protokol kesehatan Covid-19 untuk mencegah penyebarannya,” ungkapnya.

“Mudah mudahan kegiatan ini (Pilkada) bagian dari upaya kita membangun silaturahim, kebersamaan dan komitmen kepada bangsa,” tutupnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90