Hipmikimdo Jabar: “Baru 25% Bantuan Masuk Untuk Pebaikan Ekonomi UMKM”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta; Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Bandung)-, Ketua DPD HIPMIKIMDO (Himpunan Pengusaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia) Provinsi Jawa Barat, Liseu Purnamasari , S.Pd menyampaikan tanggapannya dan evaluasi tentang bantuan dari kementrian Koperasi dan Ukm, tentang bantuan untuk UMKM senilai Rp.2.400.000 disaat pandemi.

Menutut Liseu, kalau dari segi proses pengajuan itu ada berbagai macam kategorinya mudah, sedang dan rada ribet. ini Sangat tergantung dari Keaktifan jajaran Kabupaten/ Kota Dinas Koperasi UKMnya. Kalau yang aktif seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, kab bandung  dalam prosesnya mereka banyak membantu para  UKM. Mulai dari sosialisasi / di share lewat media on line,radio , media cetak  informasi persyaratan  bahkan sampai pada tahap pemberkasan. Ini juga tidak terlepas dari dukungan kepala daerah setempat yang ikut serta mensosialisasikan program banpres tersebut Sangat masif. Sayang praktek tersebut tidak sama disemua kabupaten /kota di jawa barat. Bahkan ada beberapa kabupaten/ kota dimana UKMnya  lebih tahu terlebih dahulu  dari pada  dinasnya. Dalam proses pengajuan kemarin beberapa kab kota mensinergikan dengan pihak Kelurahan atau kecamatan untuk pembuatan SKU. Idenya memang bagus Karena sekaligus juga bisa digunakan untuk pendataan ukm , tetapi menjadi rada ribet kalau aparat di kelurahan/kecamatan nya belum siap baik secara pengetahuan  informasasi maupun pelayanan. ada beberapa UKM yang datang ke ke kelurahan atau Kecamatan. Tetapi mereka  malah mempertanyakan informasi banpres  tersebut. Valid atau hoax. Di samping itu juga ada beberapa pejabat Kelurahan atau Kecamatan yang yang sibuk dan sangat prosedural sehingga perlu waktu untuk mendapatkan tanda tangan dan cap.padahal dalam pidato presiden juga dari kementrian mestinya dipermudah segala runtutan proses pengajuan banpres tersebut.

 Oleh sebab itu bisa di simpulkan kalau proses pengajuan banpres tersebut sangat berbeda  setiap kab kota di jawa barat Itu tergantung dari suport keaktifan , kolaborasi, synergi  kepala daerah , dinas koprasi ukm, kecamatan, kelurahan  kabupaten kota masing-masing.

Dalam pencairanan ada yang cepat ada yang lambat. Bahkan ada yang tidak dapat sama sekali, padahal sama sama mengajukan. kalau yang tidak dapat sama sekali, kami masih belum tahu apa yang menjadi kendala, di mana yang menjadi kendalanya, di mana yang menjadi penghambatnya. Karena kalau prosedur sama semua sesuai dengan aturan dari pusat. Memang ada beberapa persyaratan tambahan dari Kecamatan atau kelurahan yang mewajibkan di cantumkannya bukti lunas  PBB.

Untuk sementara ini hanya BRI yang yang yang cepat cair. Kalau yang dari bank-bank lain sampai saat ini masih belum ada kabar.

Liseu memandang kalau menurut sebagian orang, uang Rp.2,4 juta itu bukan hal yang besar,Tetapi bagi kami para pelaku usaha mikro itu sangat membantu, terutama untuk modal awal untuk supaya bisa bergerak. Karena banyak usaha mikro yang mendekati mengalami gulung tikar.

sangat membantu untuk memulai suatu usaha lagi. Jadi itu sangat bermanfaat. Perihal syarat penerimanya, Hipmikimdo berharap jangan hanya bagi pemilik saldo di bawah Rp.2.000.000. Karena mungkin saja itu hanya perputaran atau omzet tetapi sementara saldo keuntunganya Rp.100.000. Karena bisa jadi sebab tidak cair nya beberapa UKM iitu karena saldonya di atas 2 juta. Padahal itu bukan saldo yang mengendap, tapi perputaran dari uang masuk dan uang keluar.

Liseu Mengungkapkan laporan dari anggotanya. Ada beberapa kasus memang tidak banyak, cuma sudah masuk ke saya Diantaranya itu ukm di cek di link BRI-nya termasuk daftar KTP yang menerima.tapi sampai saat ini belum menerima. Sampai pada saat ada  sidak dari BKN Jabar  ke rumah nya pun anggota kami masih belum menerima. Kemudian ada lagi temuan yang sudah cair, tetapi diminta lagi oleh pihak banknya karena alasan tertentu. Tapi ini masih rumor. Selebihnya aman masuk ke  masing masing rekening, cuma yang menjadi pertanyaan adalah kriteria untuk masuk ke rekening cair itu masih jadi pertanyaan. Sehingga dari beberapa anggota kami juga,  yang sudah cair itu dari yang mendaftar. Baru sekitar 25%  selebihnya masih belum cair. Apakah tahap pencairannya nanti atau bagaimana saya itu kurang tahu tahap verifikasinya layak atau tidaknya menurut Kementrianya apa landasannya sehingga bisa menjelaskan kepada yang belum cair?.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90