MuaraDangkal, Perahu Pecah. Siapa Tanggungjawab?

Pewarta : Sermon S

Koran SINAR PAGI, Sungailiat,- Ketika Nelayan mau pulang habis melaut , dibibir muara air kantung jeliti, perahu milik pak Edi Wandi kandas akibat pendangkalan, akhirnya ditarik dengan exapator (PC) dalam proses penarikan perahu milik pak Edi wandi pecah ,di muara air kantung, jeliti,kecamatan Sungailiat kabupaten Bangka ,propinsi Bangka Belitung. pada Kamis (15/10/2020).

Ridwan malilah selaku juragan perahu Hanjaya XVI . GT 5, perahu tahun 2006 dengan panjang 11,50m saat di wawancarai oleh Sinar pagi mengatakan , pada saat mau masuk ke muara mengalami kekandasan , pas di bibir muaran air kantung jeliti, Kamis tanggal 15 /10 /20. kurang lebih sekitar pukul , 07 pagi .

Lanjut Ridwan , ketika kandas di bibir muara ,saya kebingungan ,mau mundur tidak bisa ombak gede, mau maju gak bisa , kebetulan di disebelah kanan bibir muara ada exapator (PC) lagi bekerja di gundukan pasir, dan saya tidak tanyak milik PT apa itu exapatornya, dan operator exapatornya menawarkan supaya ditarik perahu Hanjaya XVI.

Penarikan terjadi ,ketika di kasi tambang lalu di ikat ke perahu Hanjaya XVI,lalu ditarik , ketika proses penarikan haluan (kepala perahu) retak dan pecah.dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa.

Dengan melihat perahu kandas ,para nelayan yang melihat langsung turun dan turut membantu mendorong hingga sampai pantai tempat perahu parkir.

Ditempat yang sama Edi Wandi sebagai pemilik Perahu Hanjaya XVI berharap ada pihak-pihak yang berwewenang memperhatikan nasib kami,dan kalau bisa jangan ada lagi perahu yang kandas dan pecah akibat pendangkalan muara ini,kalau bisa secepatnya muara air kantung ini dibenari, alurnya didalamkanlah ,kata Edi.

Ketika ditanyak berapa kerugian atas rusaknya perahunya ,Edi mengatakan kalau kerusakan perahunya sudah parah kurang lebih kayak rehap habis sekitar kurang lebih enampuluh juta rupiah.

Tambah Edi, Perahu Hanjaya XVI selama ini dapat menghidupi tiga rumah tangga, pada saat ini saya kebingungan , kalau gak ada yang menolong perbaiki prahu ini kami gak tau bagaimana Kedepannya, keluh Edi .

(3)