Bupati & Wakil Bupati Ciamis Dukung Aksi Mahasiswa Tolak Omnibus Law

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : A Y Saputra

Koran SINAR PAGI, Kabupaten Ciamis,- Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya beserta Wakilnya, Yana D Putra menemui ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tengah melakukan aksi penolakan terhadap Undang – Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) di depan Gedung DPRD Kabupaten Ciamis, Jum’at siang (09/10/2020).

Peserta aksi tersebut selain dari mahasiswa di Kabupaten Ciamis, juga berasal dari beberapa organisasi kemasyarakatan diantaranya Pemuda Pancasila, GMBI dan yang lainya.

Dalam aksi tersebut Herdiat menyatakan dukunganya terhadap aksi mahasiswa untuk menolak UU Cipta Kerja.

“Kami mendukung penuh dan sangat siap mengawal mahasiswa bersama msyarakat untuk menolak UU Cipta Kerja,” ungkapnya.

Herdiat juga mengatakan, dirinya dipilih oleh masyarakat, maka sudah sepantasnya membela kepentingan masyarakat.

“Yang jelas saya dipilih oleh masyarakat Ciamis, jadi saya rela mempertaruhkan jabatan saya, dan mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia untuk menangguhkan atau mengeluarkan Perpu pengganti Undang-undang,” kata Herdiat.

Selain itu juga Bupati berpesan kepada mahasiswa dan masyarakat yang melakukan aksi agar tidak merusak fasilitas umum.

“Sebagaimana kita ketahui Galuh itu tidak arogan, tidak brutal dan tau sopan santun, jadi saya minta tertib jaga arogansi jangan sampai merusak fasilitas umum,” jelasnya.

Senada dengan Bupati Ciamis, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana mengatakan, pihaknya akan mewakili rakyat dan mahasiswa menolak UU Omnibus Law.

Dalam kesempatan itu Bupati Ciamis, Wakil Bupati Ciamis, Ketua DPRD Kabupaten Ciamis disertai delapan anggota DPRD Kab.Ciamis dari berbagai fraksi menandatangani tuntutan aksi mahasiswa.

Dalam tuntutannya, para pengunjuk rasa mendesak DPRD Kabupaten Ciamis untuk sama-sama menolak Omnibus Law secara tegas.

Selanjutnya, menuntut adanya Judicial Review dan terahir mendesak DPRD Kabupaten Ciamis untuk segera menyampaikan aspirasi masa aksi kepada pemerintah pusat.

Kordinator Lapangan Aksi, Dede Aos Firdaus mengatakan, jika ketiga tuntutan tidak ditindaklanjuti, maka dalam tempo waktu 3 x 24 jam, akan kembali mengadakan aksi susulan, atau Senin 12 Oktober 2020 mendatang.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90