Guru Honorer “Maha Kaya”

  • Whatsapp
banner 768x98

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
(Ketua PB PGRI Dan Kepala SMAN1 Parungpanjang)

Adalah Rizki Safari Rakhmat
Sang Ketua FGHBSN (Forum Guru Honorer Bersertifikat Sekolah Negeri) Jawa Barat memberikan sumbangan Rp 10 juta. Japri di WA dari Rizki Safari Sang pejuang guru honorer mengatakan, “Rasa syukur kami Pak, ingin berbagi, selain sebelumnya kami menuntut kesejahteraan TPG, tapi selanjutnya kami ingin bantu Jabar bergerak di bidang pendidikan.

Selanjutnya Ia mengatakan, “Alhamdulillah semua tercapai, terima kasih Pak Dudung selalu setia support kami terus. Bukan bermaksud ria, tapi kami ingin mengajak semua insan pendidik terlibat bergerak untuk membantu sesama. Tadi hadir 4 tamu donatur, 3 dari pengusaha terkenal, 1 dari guru honorer”. Itu WA dari Rizki Safari, sebuah ungkapan yang penuh tasyakur.

Berkali-kali Rizki Safari mewakili seribu lebih guru honorer di sekolah negeri jenjang SMA/SMK/SLB menyampaikan terimakasih pada semua pihak. Melalui video, you tube dan sejumlah narasi di jejaring medsos. Ini simbol tasyakur kolektif para guru honorer. Melihat kedermawanan para guru honorer dengan memberi sumbangan pada terdampak Covid, sungguh wow.

Guru honorer “maha kaya” karena memberi. Pemberi adalah orang-orang kaya. Kaya hati, kaya empati dan kaya solusi. Sungguh indah guru-guru honorer di Jawa Barat mengumpulkan sejumlah dana untuk orang lain yang terdampak wabah. Sungguh akan sangat malu kita orang kaya bila tidak tergerak hati ikut berkontribusi sebagaiman guru honorer. Mereka hanya guru honorer tapi “maha kaya”.

Rasa tasyakur guru-guru honorer yang tergabung dalam FGHBSN adalah sebuah entitas yang memahami hakikat rezeki. Para guru honorer ini layak dicontoh sebagai teladan “maha kaya” dalam berempati pada sesama. Padahal mereka secara materi tidaklah kaya raya. Bahkan bisa pas-pasan. Namun mentalitas mereka bisa “maha kaya” dibanding orang kaya yang kikir memberi.

Masih ingat perkataan Prof.Dr.KH.Komarudin Hidayat yang mengatakan, “Guru adalah golongan orang yang pertama masuk surga”. Mungkin barisan guru honorer inilah yang pertama masuk surga. Mengapa ? Karena mereka gajinya tidak maksimal namun kerjanya sama dengan yang gaji maksimal (PNS). Plus berani memberi dan berbagi ditengah kehidupan mereka yang terbatas secara finansial.

Orang kaya memberi itu biasa, mainstream. Namun orang yang tidak kaya, guru honorer menyumbang adalah luar biasa. Ada pepatah yang mengatakan, “Memberi itu bukan urusan tebal tipis dompet, melainkan tebal tipis hati”. Ahaa, sebuah ungkapan yang jleb dan menggambarkan bahwa para guru honorer adalah orang-orang yang punya hati. Walau dompetnya tipis. Kita ?

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90