Pewarta : Tim Investigasi
Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Sebagai elemen masyarakat yang peduli terhadap proses pelaksanaan Pilkada di Ogan Ilir Taufik, Gusti, dan Asep Jovi mendatangi kantor Bawaslu Ogan Ilir untuk melaporkan Dugaan Pelanggaran Pemilu yang bersumber dari postingan akun facebook bernama Panca Wijaya Akbar.
Dalam postingan tersebut terlihat bahwa Paslon no 1, Panca Wijaya Akbar dan H.Ardani diduga melanggar aturan kampanye yang telah ditetapkan KPU dibeberapa titik zona kampanye yang ada.
Tertuang dalam PKPU tahun 2020 no 13 Pasal 58 ayat (1) yaitu menegaskan bahwa Partai Politik, Gabungan Partai Politik, pasangan calon dan tim kampanye pasangan calon lebih mengutamakan metode kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan dialog dengan menggunakan media sosial dan media daring.
“Kedatangan kami ke Bawaslu Ogan Ilir untuk melaporkan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan oleh Paslon 01 Panca dan Ardani, mereka berkampanye diruang terbuka, dibawah tenda, itu tidak sesuai dengan arahan dan aturan KPU yang tertuang pada PKPU no 13 tahun 2020 pasal 58,” kata Taufik Rabu (30/09/2020).
Sementara Asep mengatakan, seharusnya kejadian seperti ini tidak terjadi jika fungsi pengawasan yang ada baik dari KPU dan Bawaslu berjalan dengan baik, karena setiap kegiatan dari tiap paslon itu sudah terjadwal dan diketahui oleh KPU, Bawaslu dan Polres, jangan sampai terjadi hal yang tak diinginkan terutama menjadi penyebab cluster barus penyebaran virus Covid 19 di Ogan Ilir.
Gusti menambahkan bahwa ini menjadi peringatan bagi setiap paslon yang mengikuti pilkada di Ogan Ilir agar mengikuti aturan yang berlaku, agar proses pemilukada di Ogan Ilir dapat berjalan lancar dan baik, kami juga akan terus memantau setiap tim paslon dan kinerja dari KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara,
Sementara Pihak Bawaslu Ogan Ilir, melaui Idris SH.i, Komisioner Divisi Bawaslu menanggapi, “Laporan sudah dalam proses penerimaan laporan dan akan dikaji oleh pihak Bawaslu Ogan Ilir, apakah bisa diproses atau tidak,” tukasnya.