Warga Cibatu Pertanyakan Sistem Pendistribusian Bantuan Sembako Covid 19, Prop.Jabar

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Agus Lukman

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Tak sampainya distribusi bantuan dari Pemprov Jabar oleh PT Pos di Kabupaten Garut Indonesia ke Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi sorotan publik, pasalnya paket bantuan sembako bagi terdampak Covid -19 tersebut, sesuai petunjuk teknisnya harus sampai hingga ke titik rumah KPM atau kantor desa, padahal anggaran untuk pendistribusian pun sudah disediakan.

Terkait hal ini, Kepala Cabang (Kancab) PT.Pos Indonesia kabupaten Garut, Ade Noval mengatakan, jika berpedoman pada Juklak atau Juknis distribusi Bansos, pengantaran dilakukan secara door to door, namun untuk kondisi tertentu dapat dilakukan dengan cara penyerahan dilakukan di lokasi tertentu, jelasnya.

Disebutkan, secara umum anggaran distribusi itu Rp.30.000 sesuai dengan kesepakatan antara PT Pos dengan Pemprov Jabar.

Biaya Rp.30.000 tersebut, lanjut Ade, terdiri dari Rp.23.000 untuk distribusi paket sembako dan Rp.7.000 untuk distribusi uang tunai yang Rp.150 rb, jelasnya pada sigiku.com, Rabu (02/09/20) saat dihubungi via pesan Whattsappnya.

“Biaya tersebut meliputi biaya operasional langsung dan biaya operasional tidak langsung,” pungkas Ade.

Kepala PT.Pos Indonesia unit Cibatu, Agus saat dihubungi lewat telepon selularnya membenarkan, pendistribusian paket sembako berdampak Covid – 19 dari Pemprop Jabar didistribusikan sampai tingkat desa atau sampai ke kantor desa.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90