Mimbar Jum’at: Hadits Arbain ke 19 “Jagalah Allah, Niscaya Allah Menjagamu”

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Menyambut arahan pemerintah tentang adaptasi kebiasaan baru/New Normal saat pandemi. Majelis Syubbanul Uluum melaksanakan kajian rutin dengan protokol kesehatan di Masjid Syubbanul Ulum Margaasih dengan tema lanjutan pembahasan hadist Arbain Imam An-Nawawi hadits ke-19, “Jagalah Alloh Nicaya Alloh Menjagamu”

Pada awal ceramahnya Ustadz Ruslan Gunawan S.Ag menterjemahkan dan membacakan isi hadist kepada puluhan santri pencari ilmu yang berada dihadapannya.

Dari Abul ‘Abbas ‘Abdullah bin ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata, “Suatu hari saya dibonceng Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka beliau mengatakan kepada saya: ‘Wahai anak kecil! Sungguh aku ingin mengajarkan kepadamu beberapa kalimat; Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan Allah di hadapanmu (HR. At-Tirmidzi)

Hadist hasan shahih penuh makna ini. Dalam hadist diceritakan Abdulloh bin Abbas bersama Rosululloh dengan posisi berjalan atau naik kendaraan bersama. Rosul didepan Abdulloh bin Abbas dibelakang, lalu Rosul menyampaikan nasihat.

Bisa diartikan orang yang lebih tua atau berilmu harus berjalan didepan, dan orang yang lebih muda harus berjalan dibelakang. Terus bisa dimaknai juga bahwa proses belajar atau menyampaikan ilmu tidak dibatasi usia dan tempat, jadi saat melakukan perjalanan kita perlu menyempatkan membahas ilmu.

Sebelum menyampaikan ilmu, nabi berupaya dengan kelemahlembutan menyapa kepada Abdulloh bin Abbas yang masih kecil. Karena pembicaraannya penting, Nabi menyampaikan dengan cara menarik perhartian dengan memanggil, wahai anak kecil , sesungguhnya aku akan  mengajarimu beberapa kalimat.

Dalam riwayat hadist yang disampaikan 15 ulama, hadist ini merupakan hadist yang istimewa dari keredaksiannya. Imam Asy-syafii mengungkapkan “cukup kalian akan selamat, jika mengamalkannya” jelasnya kepada para santri (12-8-2020)

Saat memandang hadist ini semua ulama memiliki pandangan yang sama. Iman An-nawawi menjelaskan bahwa makna jagalah Alloh ialah jagalah perintah-perintahnya, laksanakan dan jauhi apa-apa yang dilarang.

Sedangkan Ibnu Daqiq menyampaikan jagalah Alloh mengandung perintah jadilah kalian yang mentaati Robb-Mu dan pelaksana perintahnya.

Pada sisi lain, Imam Ibn Rajab al Hanbali menyimpulkan kita yang melaksanakan perintah-perintah dari Alloh, maksud menjaga disana bukan Allohnya yang kita jaga, tapi aturannya.

Ustadz Ruslan menilai padahal kalau secara logika, Khalik (Maha Pencipta) yang seharusnya menjaga makhluk (yang diciptakan). Bukan seperti itu yang seolah-olah mahluk menjaga wujud Alloh. Tapi maksudnya kita yang butuh penjagaan Alloh, kalau ingin dijaga Alloh misalnya kita menjaga lisan dari apa yang tidak Alloh ridhoi atau menjaga hati tetap istiqomah. Dari sana niscaya Alloh menjagamu. Menjaga keluarga kita, harta, kehormatan atau jabatan yang diamanahi kepada kita.

Ustadz Ruslan lalu menganalogikan selama ini banyak manusia yang menjaga hubungan antara dia dengan majikannya, antara kepala keluarga dan anggota keluarganya, atau hubungan antar manusia secara umum. Tapi mereka tidak memprioritaskan dan mempraktekan untuk menjaga perintah-perintah Alloh. Jangan heran jika mereka lalai dari perintah-Nya, mereka akan disibukan dan dilelahkan dengan rumitnya urusan dunia.

Ustadz Ruslan melemparkan pertanyaan kepada santrinya, kita ini menjaga hubungan baik dengan majikan, itu pasti karena tidak ingin dipecat, gaji bulannya meningkat? Padahal hanya satu urusan yang akan akan dijaga. Tapi kalau kita menjaga Alloh semua urusan dijaganya, Alloh jaga kesehatan kita, Alloh jaga semua (dunia dan ahiratnya).

Lalu makna lanjutan hadist “jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan Allah di hadapanmu”. Bukan wujud Alloh yang akan hadir dihadapan kita, tapi rahmat Alloh dan petunjuk-petunjuknya atau perlindungnya akan menyertai kita.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90