DPRD Jabar Minta Ponpes Juga Diperhatikan di Masa AKB karena Rentan Jadi Klaster Baru

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Dwi

Koran SINAR PAGI,Cianjur,- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Asep Suherman, meninjau langsung penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di sejumlah pondok pesantren dan lembaga nonformal lainya di Kabupaten Cianjur dan wilayah lain di Jawa Barat, Kamis (2/7)lalu.

Dalam kesempatan itu, anggota dewan dari Fraksi PKB asal pemilihan Kabupaten Cianjur memberikan alat pelindung diri (APD) dan ribuan masker ke Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri Pasir Ciasem, Kecamatan Ciranjang.

Asep Suherman mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka meninjau adapatasi kebiasaan baru atau new normal di lembaga pendidikan nonformal seperti pesantren yang dinilai rentan dengan kemunculan klaster baru penularan Covid-19.

“Tidak hanya pesantren tetapi juga yayasan atau lembaga pendidikan nonformal lain. Mereka ini turut serta mencerdaskan anak bangsa sudah semestinya diperhatikan. Maka saya juga minta ini nanti Pemkab Cianjur memperhatikan,” katanya

Menurut Asep, dengan alokasi anggaran untuk penanganan Covid-19, seharusnya pondok pesantren turut diperhatikan. Terutama memasuki era adaptasi kebiasaan baru atau new normal.

Sebab, menurutnya, selama ini pondok pesantren di Kabupaten Cianjur telah banyak mendatangkan santri dari luar daerah dan melahirkan ratusan ribu almunus. Secara tidak langsung pula ikut menyumbang mencerdaskan kehidupan bangsa

“Maka di tengah situasi pandemi ini sudah sepatutnya pemerintah ikut serta menyelesaikan masalah dan hadir untuk membantu penyelengaraan kegiatan belajar mengajar di pondok pesantren, dan kami akan tetap terus berjuang biar ponpes utama ditengah pandemic mendapat perhatian dari negara ” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Musri Pasir Ciasem KH Zaenal Arifin, mengucapkan terima kasih atas kunjungan anggota dewan tersebut dan pemberian bantuan APD-nya. “Sangat membantu, terima kasih,” tuturnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90