Klarifikasi Dinsos Terkait Issu Pemotongan Dana PKH

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Tim

Koran SINAR PAGI Ogan Ilir,- Terkait issu pemotongan duit KPM PKH yang dilakukan oleh oknum Ketua Kelompok KPM PKH, Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir angkat bicara,

Melaui Koordinator Kabupaten PKH, Wiwin Muhawarna menjelaskan, “Kartu PKH dan kartu ATM PKH itu harus dipegang oleh KPM PKH perorangan, tidak boleh dipegang oleh orang lain, termasuk Ketua Kelompok KPM PKH,” ujarnya, Selasa (23/06/2020).

Ia menegaskan apabilah ada oknum yang mengumpulkan Kartu ATM dan mencairkan dana KPM PKH yang bukan atas nama dirinya akan ditindak tegas, “Bila ada oknum yang mengumpulkan Kartu ATM KPM PKH akan kami keluarkan dari Peserta KPM PKH,” tegasnya.

Dikatakan, dalam masa pandemik Corona Virus (Covid 19), untuk Keluarga Penerima Manfaat Keluarga Harapan (KPM PKH), ada tambahan dana sebanyak 25 %, “Jadi yang anak SMA biasa mendapatkan uang Rp.2 jt dengan adanya tambahan 25 Persen menjadi Rp.2.500.000,- setahun dan uang tersebut diberikan selama 3 bulan sekali dalam satu tahun. Tetapi di dalam masa pandemik sekarang ini uang PKH itu dibagikan setiap bulan menurut komponennya masing -masing,” terangnya.

Ditambahkannya untuk penerima PKH dalam masa landemik Covid 19 diberikan sampai Bulan Desember 2020, ia juga menjelaskan, PKH ini merupakan program dari pusat, SK nya langsung dari Kementrian Sosial RI, Dinas Sosial Kabupaten Ogan Ilir hanya mempasilitasi saja.

“Mengenai kabar adanya oknum Ketua Kelompok KPM PKH desa yang memegang kartu PKH atau ATM PKH penerima manfaat dan melakukan pemotongan uang PKH, hari ini akan kami panggil bersama pendamping desanya, kalaupun memang terbukti ada, itu bukan atas perintah kami,” katanya.

Dinas Sosial mendukung warga yang merasa dirugikan untuk melaporkan aknum yang bersangkutan ke pihak berwajib bila memang terbukti, pungkasnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90