Berdiri Sejak 1948, MTs Darul Ma’arif Akselerasi Adaptasi Kebiasaan Baru

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, New normal  merupakan cara hidup baru di tengah pandemi virus corona yang angka kesembuhannya makin meningkat. Memasuki masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) pondok pesantren sudah menyiapkan protokol kesahatan untuk melanjutkan aktivitas keagamaan para santrinya. Koransinarpagijuara.com menyempatkan interaktif bersama pengurus pondok pesantren dan kepala MTs Darul Ma’arif Rahayu, M. Fauzi Mubarok S.Sos dengan tema pelaksanaan pendidikan di lingkungan pesantren.

M. Fauzi Mubarok S.Sos, dalam interaktif awalnya menjelaskan pondok pesantren Darul Ma’arif merupakan lembaga pendidikan yang telah berdiri sejak tahun 1948 berupa lembaga kepesantrenan yang mengembangkan sistem salafy dan kajian-kajian kitab kuning.

Seiring dengan tuntunan masyarakat yang semakin beragam. Pondok pesantren berubah menjadi Yayasan Darul Ma’arif Rahayu. Lalu mengembangkan programnya menjadi sistem terpadu yaitu kajian kitab kuning, pendidikan formal Madrasah hingga keterampilan  fungsional di Masyarakat.

Melalui tenaga pengajar dari lulusan Ryadh Saudi Arabia, Al Azhar University, Institute Arab Research Studies Kairo Mesir,Khartoum Internasional Institute For Arabic Languague of Sudan, UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan lulusan kampus ternama di Indonesia. Pesantren ini menargetkan terbentuknya generasi yang bertakwa, berakhlakul karimah, berpengetahuan tinggi, terampil, mandiri, berkepribadian nasional dan mampu bersaing ditingkat global.

M.Fauzi menyampaikan saat ini pendaftaran sudah mulai dibuka untuk masuk MTs dan pesantren. Khusus bagi orang tua siswa yang akan mendaftarkan anaknya untuk menjadi calon siswa atau santri. Harus meluruskan niatnya dan memberikan kepercayaan utuh kepada pengajar dalam mendidik anaknya kedepannya. Hal itu menjadi modal awal untuk mewujudkan harapan anak kedepannya menjadi sholeh/sholehah dan bermanfaat bagi umat.

Kegiatan di pesantren sudah mulai berjalan sesuai dengan protokol kesehatan. Kegiatan disini siswa atau santri dididik bangun pagi jam 3 lebih setiap harinya. Sholat tahajud, sholat subuh, mengaji lalu ke sekolah /MTs dan istirahat setelah sekolah lanjut mengaji dari asar hingga isya dan istirahat malam.

Santrinya bukan hanya dari Bandung tapi ada dari Kalimantan juga. Jadi mereka bisa saling mengenal keberagaman Nusantara di pesantren ini. Nanti ada waktu pulang triwulanan bagi santri Ngobong ( para santri yang menimba ilmu di pondok-pondok pesantren tradisional atau pesantren dengan metode salafiyah).

Jadi bagi orang tua, jangan sering ngejenguk anak-anaknya biar mereka lebih terbiasa mandiri. Cukup saja kasih bekal secukupnya. Insha Alloh mereka aman disini karena ada pembimbing khusus setiap kelompoknya.

Selanjutnya orang tua juga diharapkan mampu melanjutkan proses pendidikan agamanya dirumahnya, kalau anaknya sedang dirumah. Jadi lihat perubahan ahlaknya, harus sama saat dipesantren dengan saat dirumah atau lingkungan sekitar rumah nanti.

Intinya harus ada kesinergisan antara guru di pesantren dan orang tuanya dirumah dalam mendidik anaknya. Banyak-banyak berdo’a juga bagi anak agar menjadi sholeh atau sholehah supaya anak kita dikemudian hari menjadi bekal dan penyelamat diahirat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim)

Dari penjelasan hadist tersebut bisa disimpulkan memiliki anak yang sholeh sholehah merupakan keberuntungan dan kesuksesan yang sangat besar . Maka kita harus memperhatikan sejak dini tentang hak pendidikannya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90