Bumdesma Dulur Rahayu Diperkirakan Gagal Disuport Dana Desa

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta : Dede MR

Koran SINAR PAGI, Kab.Purwakarta,- Setelah Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kiarapedes diakuisi menjadi Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesMA), maka selain Simpan Pinjam terus bergulir, melalui BUMdesMa Dulur Rahayu, terobosan usaha lain kini sedang berjalan yakni membuka Toko Grosiran yang menyediakan Sembilan Bahan Pokok (Sembako).

Alih fungsi UPK ke BUMDesMa Dulur Rahayu Kiarapedes dilakukan sejak Januari 2020 atas kesepakatan Pengurus UPK dan para Kepala Desa se-Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta. Sehingga, saat pengukuhan BUMDesMa, akhirnya terbentuk Kepengurusan baru dan melahirkan kesepakatan kerjasama niaga antara Para Kades dan BUMDesMa Dulur Rahayu.

Hasan Sidik,SE, Ketua BUMDesMa Dulur Rahayu Kiarapedes, menjelaskan, dengan akuisi UPK Kiarapedes menjadi BUMDesMa, lahirlah kesepakatan kerjasama antara para kades dengan BUMDesMa Dulur Rahayu, diantaranya, 10 orang Kades menyetujui dari Dana Desa Tahap 2 tahun 2020, BUMdesMa Dulur Rahayu akan disupport anggaran senilai Rp.100 juta rupiah. Kecuali, satu desa berbeda yakni Desa Cibeber yang rencananya akan mengalokasikan DD untuk BUMDesMa itu senilai Rp.300 juta.

Menurut Hasan Sidik, rencana itu sepertinya tidak akan tercapai, karna terkendala muncul wabah Covid-19 dan Dana Desa tahun ini kemungkinan besar prioritas dialokasikan untuk Penanggulangan Penyebaran Wabah Corona dan Pembagian BLT Dana Desa bagi warga terdampak Covid-19 tersebut.

Padahal, kata dia lagi, dalam MoU 10 Desa dan BUMdesMa Dulur Rahayu, disepakati dari DD tahap kedua untuk BUMDesMa, “Uangnya itu akan dikembangkan membuka Toko Grosiran Sembako dan Penyediaan Pupuk atau Kios Tani. Nah, dari kerjasama itu disepakati bagi hasil BUMDesMa 70 persen dan 30 persen untuk desa,” ujar Hasan.

Karena diperkirakan alokasi Dana Desa Tahap Kedua itu tidak akan terakomodir diterima BUMDesMa Dulur Rahayu, lanjutnya, akhirnya dilakukan terobosan dengan membuka Toko Grosiran dan sementara disupport modal dana sebesar Rp.170 Juta dari Kas BUMDesMa Dulur Rahayu.

“Alhamdulillah, sejak bulan Maret buka Toko Grosiran, hingga kini sudah mendapatkan income yang cukup lumayan tiap bulannya,” ujarnya.

Sementara itu, Hendra Maulana Yusup,S.Kom Tim Pelaksana Perguliran Simpan Pinjam Perempuan (SPP) BUMdesMa Dulur Rahayu menambahkan, dengan adanya Wadah BUMDesMa Dulur Rahayu ini, terutama setelah dibuka Toko Grosir, laba penghasilan semakin tambah.

“Semoga, upaya perniagaan di tubuh BUMDesMa Dulur rahayu Kiarapedes ini semakin maju dan berkembang,” harapnya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90