SDN Kiangroke 01 Programkan Berbagai Solusi Edukasi Saat Pandemi

  • Whatsapp
banner 768x98

Pewarta: Dwi A

Koran SINAR PAGI (Kabupaten Bandung)-, Proses kegiatan belajar mengajar tidak berhenti saat masa pendemi (corona). Sekolah tetap berupaya melaksanakan pelayanan pendidikan sesusai kalender pendidikan. Jurnalis koransinarpagijuara.com menyempatkan interaktif bersama Entin Tartini, S. Pd. M. M. Pd.  kepala sekolah SDN  Kiangroke 01 Kecamatan Banjaran.

Saat pendemi langkah apa saja yg ditempuh pihak sekolah agar layanan pendidikan tetap berjalan sesuai agenda kalender pendidikan?…

Mengadakan home learning/daring melalui video pembelajaran yang dibuat guru atau hasil searching di youtube kemudian dibagikan melalui grup whatsapp (WA) orang tua siswa. Home visit untuk siswa yang mempunyai kendala dengan alat komunikasi (orang tuanya tidak punya HP android). Siswa diarahkan mengikuti pembelajaran melalui media TVRI yang disediakan oleh pemerintah

Sejauh mana kesiapan guru dan siswa untuk belajar dengan menyesuaikan kondisi saat ini?…

Banyak kendala, karena tidak semua orang tua siswa melek IT dan memiliki android, tapi kita selalu mengusahakan yang terbaik, bisa dilakukan guru dan bisa diterima siswa dan Alhamdulillah semua bisa diatasi

Khusus kelas 6 yang akan masuk SMP/MTs bagaimana pihak sekolah mengarahkan agar siswa lancar menghadapi PPDB?

Guru kelas 6 memberi pinjaman buku latihan USBN tahun lalu. Siswa mengerjakan latihan di rumah dengan diawasi orang tua masing-masing dan hasilnya dilaporkan pada guru. Hasilnya diperiksa oleh guru, kemudian pelajaran yang tidak dikuasai siswa diterangkan oleh guru melalui WA grup atau kunjungan rumah.

Sekolah juga membantu siswa untuk mendaftarkan diri ke SMP secara kolektif seandainya pihak SMP mengharuskan pendaftaran kolektif mengingat sikon yang ada.

Kebijakan apa saja yg telah digulirkan ibu sebagai kepala sekolah selama 2 bulan pandemi?…

Kebijakan menghadirkan pendidikan melalui (Daring, luring, home visit, dari mass media dll)

Guru yang membuat video pembelajaran diberi reward, walaupun dengan nominal yang relatif sesuai kemampuan sekolah. Guru piket secara bergilir datang ke sekolah untuk melayani ortu siswa yang legalisir, atau keperluan lain. dll

Guru dan kepala sekolah juga secara berkala datang ke sekolah untuk rapat koordinasi dan evaluasi program serta membahas  kebijaksanaan baru dari pemerintah.(Dengan menerapkan aturan physical distanching, pake masker dan hand sanitizer)

Penjaga sekolah dan guru laki laki tetap melakukan perawatan sekolah secara intensif, memelihara kebersihan sekolah terutama perawatan tanaman supaya tetap hijau dan rindang untuk persiapan penilaian sekolah Adiwiyata tingkat provinsi. Dilakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh sudut sekolah secara berkala

Pada interaktif tersebut, Elin pengajar/guru muda disekolah tersebut menjabarkan tentang kebijakan kepala sekolah saat pandemi. Konsep sekolah di rumah (home-scholling) ini menjadi salah satu jalan utama untuk para siswa belajar di tengah pandemi covid-19. Terbilang cukup tidak efektif dalam pembelajaran di tahun ini. Kebijakan yang diambil oleh Menteri pendidikan (Nadiem Makarim) membuat para pengajar sedikit kewalahan untuk mengatur metode mengajar baru di tengah pandemi.

Namun supaya materi pembelajaran dapat tersampaikan, para pengajar tentunya mencari banyak cara untuk mengatasi hal ini. Salah satunya memanfaatkan aplikasi pembelajaran yang ada. “Sekarang kan ada aplikasi zoom dan aplikasi lainnya yang bisa menunjang guru agar bisa tatap muka meskipun masih ada kelemahannya. Karena pembelajaran secara digital dengan pembelajaran secara langsung nyatanya itu jauh berbeda, sehingga pembelajaran daring terasa lebih menyulitkan.” Ucap Elin pengajar SDN Kiangroke 1 dalam wawancara onlinenya.

Di bawah kebijakan ini tentunya menjadi hambatan besar bagi para pengajar. Ketidak efektifan dalam pembelajaran menurut Elin yang berprofesi sebagai guru ini memang benar adanya, sehingga pembelajaran untuk semester ini guru harus lebih extra. Untuk menambah keefektifan belajar daring, tentunya mesti ada komunikasi yang baik antara guru dengan orang tua siswa supaya dapat mendampingi anaknya dalam proses belajar online.

Solusi yang digunakan oleh Elin yaitu dengan cara adanya laporan dari orang tua siswa mengenai keaktifan belajar anaknya di rumah. Seperti laporan pengerjaan tugas yang dilakukan setiap hari. Banyak sekali keluhan yang dirasakan oleh para orang tua siswa mengenai pembelajaran daring ini, seperti kurangnya motivasi belajar, rasa malas, susah diatur, sehingga laporan pengerjaan tugas itu terkadang melebihi batas waktu pembelajaran di sekolah. Dalam pembelajaran online ini rasa malas belajar dan pengerjaan tugas tentu sering sekali dirasakan oleh seluruh siswa.

Namun, untuk mengatasi kendala itu Elin membagi solusi dengan cara memberikan tugas yang membuat anak tidak mudah jenuh baik berupa tugas keterampilan, seperti menggambar, mewarnai, dan lain-lain supaya si anak kembali semangat dalam belajar.

Mengenai pembelajaran daring tentu saja tidak akan jauh dari ocehan para orang tua dalam segi keuangan untuk membeli kuota. Terutama di masa krisis ekonomi menjadi hambatan pula dalam pembelajaran yang dilaksanakan secara online.

Tapi guru tidak memaksakan pembelajaran daring bagi para siswa yang mengalami kekurangan dalam masalah ekonomi. Meminjamkan buku pegangan sekolah menjadi salah satu alternatif untuk para siswa yang tidak mampu mengikuti pembelajaran daring.

Untuk penilaian raport di semester ini masih belum ada kebijakan, namun untuk menjaga-jaga, para guru akan mengambil nilai raport dari hasil penilaian yang sebelumnya. Menurut prediksi pembagian raport ini akan diberikan ketika nanti sudah mulai kembali masuk dan langsung kembali belajar di tingkat selanjutnya.

Pada ahir wawancaranya, sang guru muda ini mengungkapkan menargetkan dan mengharapankan untuk kelancaran pembelajaran di masa ini, “Untuk siswa yang terkendala oleh ekonomi sebaiknya ada survei khusus dari pemerintah untuk bantuan, sehingga pembelajaran di rumah bisa di fasilitasi oleh pemerintah juga dengan catatan tidak salah sasaran. Begitupun dengan para gurunya harus mengikuti arus perkembangan tekhnologi karena bagaimanapun ketika siswa dihadapi dengan pembelajaran digital mereka harus bisa mengimbangi. Setidaknya tahu dasar-dasar dalam pembelajaran digital”

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90