Lahan Serasi Seluas 200 Ha Terendam Banjir, Petani Desa Arisan Terancam Gagal Panen

Pewarta : Juanda

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Sejak diluncurkan bulan Mei 2019 lalu, program Serasi Ip 200 di wilayah Kecamatan Muara Belida untuk mencapai lumbung pangan nasional sesuai program Gubernur Sumsel, H Herman Deru, seharusnya sudah menuai hasil.

Namun sayang, akibat ada nya musim hujan dan cuaca yang tidak menentu hingga meluap nya air Sungai Belida, lahan Serasi seluas +- 200 hektare pun habis terendam banjir.

Terpantauan dilapangan Kelompok Tani sedang berupaya memanen padi nya yang masih hijau.

Kepala Desa Arisan, Musi Timur, Eka Yadi

Kepala Desa Arisan, Musi Timur, Eka Yadi sangat menyayangkan hasil panen yang gagal ini.

“Tapi apalah daya memang ini sudah jadwal musim air dalam,” katanya saat ditemui koransinarpagijuara.com dirumahnya, Rabu (26/02/20).

Walau pun sudah berupaya membuat kanal di sekeliling sawah serasi ini untuk penampungan air, namun hal itu tak bisa mengatasinya.

Program Serasi IP 200 digulirkan Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan, selain untuk meningkatkan produktivitas pertanian, dan berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat, cara ini juga diyakini dapat mencegah Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) dengan mengoptimalisasikan lahan rawa dan gambut.

Pasalnya, dalam program ini petani diajak dan dibiasakan untuk tidak lagi membakar, tapi mengelola lahan dengan alat mesin pertanian yaitu dengan menggunakan rotavator, traktor dan eksavator serta menggunakan teknologi modern lainnya.

(36)