Pemkab OI Melalui Disdukcapil, Adakan Itsbat Nikah, Untuk Ke Empat Kalinya

Pewarta: Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui Disdukcapil Ogan Ilir bekerja sama dengan Pengadilan Agama Kayu Agung, Kemenag Ogan Ilir, menggelar pelayanan Itsbat Nikah Terpadu Kabupaten Ogan Ilir, dalam rangka mewujudkan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan bertempat di Gedung Serbaguna KTP Tanjung Senai, Senin (24/02/20).

Tercatat ada 600 pasang yang mengikuti Isbat Nikah yang digelar selama 5 hari, mulai Senin (24/02/20) sampai Jum’at (28/02/20) ini.

Kegiatan Itsbat Nikah yang diadakan untuk ke empat kalinya tersebut dibuka langsung oleh Bupati OI, HM Ilyas Panji Alam yang ditandai dengan pemukulan gong.

Kepala Disdukcapil Kabupaten Ogan Ilir, Akhmad Lutfi mengatakan, program Isbat Nikah merupakan salah satu program Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), bekerjasama dengan Pengadilan Agama kayuagung dan Kemenag OI.

“Itsbat nikah sendiri sudah digelar untuk ke 4 kalinya dan untuk peserta yang mengikuti itsbat nikah tersebut sebanyak 600 pasangan dari 16 Kecamatan yang ada dikabupaten ogan ilir,” kata Akh Lutfi

Bupati Ogan Ilir, HM Ilyas Panji Alam dalam sambutannya berharap, dengan dilaksanakannya program Isbat Nikah yang keempat kalinya ini, masyarakat yang sudah menikah di Kabupaten OI semuanya mempunyai Buku Nikah dan bagi yang mengikuti Isbat Nikah, para peserta tak perlu bersusah payah untuk memikirkan biaya, karena untuk biaya Itsbat Nikah sendiri ditanggung oleh pemerintah kabupaten Ogan Ilir.

Kepala Disdukcapil Sumsel Herfiansyah turut hadir dalam acara Itsbat Nikah yang diadakan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir melalui dinas Disdukcapil Ogan Ilir bekerja sama dengan Pengadilan Agama Kayu Agung, Kemenang Ogan Ilir,

Herfiansyah Kepala Disdukcapil, Sumsel menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Sidang Isbat Nikah Terpadu pada tahun 2020 ini.

Sebab menurutnya, melalui pelaksanaan sidang isbat ini dapat membantu dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam hal memperoleh buku nikah.

“Harapan saya, dengan tercatatnya pernikahan ini secara sah menurut hukum negara, bukan saja dapat memberikan kebahagian bagi pasangan suami istri, tetapi juga membantu bagi keluarga yang belum tercatat pernikahannya,” ujarnya.

(12)