Marak Agen Program Sembako Siluman BNBR : Bank Penyalur Jangan Asal Tunjuk Agen

Photo : H.Asep, Pengelola Usaha PT. Asyifa

Pewarta : Asep Darojat-Heryawan Azizi

KORAN SINARPAGI,Garut- Terjadinya dugaan persaingan bisnis yang tidak sehat, dalam pengadaan Program Bantuan Langsung Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako dinilai jadi pemicu carut marut nya program tersebut di Kabupaten Garut.

Hal tersebut dikemukakan H.Asep, salah seorang pegelola usaha PT.Asyifa, Suplyer pengadaan program sembako.

Menurut  H.Asep,  polemik yang terjadi dalam program sembako akibat adanya persaingan bisnis yang kurang sehat antar pengusaha rekanan.

“Polemik yang terjadi atas carut marut dalam program sembako di Kabupaten Garut menurut Saya, bukan dari Masyarakat atau Keluarga Penerima Manfaat(KPM), namun lebih cenderung kepada persaingan bisnis yang kurang sehat. Yang mana baik para Suplyer ataupun Agen yang ditunjuk Bank penyalur tidak mengacu pada pedoman umum(Pedum) Program yang telah ditetapkan. Perusahaan Asyifa sejak awal berjalanya program BPNT sudah menjadi Suplyer resmi ” Ujar nya.

Pendapat senada juga dilontarkan Ketua Umum LSM Bhakti Negeri Bela Rakyat (BNBR), Zaenal Solihin yang menganggap kurang selektifnya pihak Bank penyalur dalam menunjuk Agen.

” Pihak Bank penyalur dalam hal ini BNI Kami nilai tidak selektif dalam menunjuk Agen/E-Warung, tidak sedikit Agen/Warung yang hanya buka saat pembagian sembako saja. Data yang kami himpun sangat banyak Agen Siluman yang dimiliki Istri Kepala Desa atau Petugas Bulog. Seperti salah satu nya Warung Pangan di Kecamatan Kadungora, yang buka sebulan sekali memenuhi kebutuhan program sembako. Warung itu menurut warga adalah milik seorang Guru dengan suaminya adalah Pegawai Bulog. Itukan sudah keluar dari Aturan. Makanya pihak BNI diminta selektif jangan asal tunjuk. Yang akan menimbulkan persepsi negatif adanya kongkalingkong menimbulkan kericuhan di Masyarakat,” Tegas Zaenal.

Zaenal juga menandaskan bahwa pihaknya akan meminta waktu audiens dengan pihak berkompeten atas hal itu.

“Dalam waktu dekat Kami akan melayangkan surat klarifikasi serta permintaan audiens dengan pihak terkait agar persoalan program sembako menjadi jelas dan tidak liar” Tandasnya.

(140)