Diduga Terjadi Penyelewengan DD Secara Berjamaah dan Terstruktur Oleh Oknum Aparat Desa Talaki

Pewarta : Abd Haris

Koran SINAR PAGI, Buol/Sulteng,- Terkait dugaan penyelewengan Dana Desa yang dilakukan secara berjamaah oleh oknum aparat Desa Talaki, tidak dapat dipungkiri lagi pasalnya sudah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat desa itu.

Faktanya ada beberapa infrastruktur proyek pembangunan, salah satunya kantor BPU Desa Talaki yang didanai program Dana Desa (DDS) Tahun Anggaran 2018, sampai saat ini belum juga rampung dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Yang lebih mencengangkan lagi Dana Bumdes yang di tahun 2018 oleh Abdullah selaku pengurus dana tersebut sampai hari ini belum juga menyampaikan laporan pertanggungjawaban ke pihak desa.

Tidak kalah tragis, Dana Desa tersebut tidak dikelola dengan baik, justru terjadi pinjam meminjam yang dilakukan oleh beberapa oknum, dan hal tersebut di lakukan oleh Bendahara Desa Talaki Bora dan dipinjamkan kepada oknum YT, dimana sampai hari ini pinjaman tersebut belum juga dilunasi oleh oknum dimaksud.

Itu hanya sebagian kecil saja dari pengalokasian DD yang terjadi di Desa Talaki, kuat dugaan masih banyak kasus lain yang terjadi di desa itu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun tim, berbagai kasus ini terjadi saat kepala desa lama yang posisinya kini sudah diganti.

Sejauh ini, tim belum dapat konfirmasi resmi, sebab setiap kali akan ditemui, yang bersangkutan selalu tidak berada ditempat.

Dengan banyaknya dugaan penyelewengan Dana Desa ini berpotensi merugikan keuangan Negara, untuk itu aparat penegak hukum diminta untuk segera menindak lanjuti Informasi tersebut dan apa bila benar adanya maka hal tersebut harus disikapi dengan tegas dan paling tidak oknum yang bersangkutan di proses sesuai Hukum yang berlaku untuk memberikan efek jerah

(27)