Oknum D Dinkes Ogan Ilir Coba Suap Wartawan Rp 10 Juta

Pewarta : tim

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir– Dugaan korupsi Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di sejumlah Puskesmas di duga melibatkan banyak pihak tak terkecuali oknum D di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir.

Bagaimana tidak, D bahkan berani menawarkan Rp 10 juta dengan istilah “titipan” kepada dua Wartawan Televisi Nasional J dan F.

Menurut J dan F, uang tersebut diduga kuat sebagai uang suap sebagai imbalan agar pemberitaan persoalan BOK tidak naik tayang di media. 

“Saat kami hendak konfirmasi oknum D mengatakan dia tidak bisa memberikan keterangan apapun terkait BOK.

D hanya bilang dia diamanahkan “titipan” untuk diberikan kepada kami. Uang Rp 10 Juta,” ujarnya F. 

Dalam obrolan yang berlangsung selama 5 menit tersebut, ungkap F, berkali-kali oknum D meminta kepadanya untuk sama-sama mencari jalan terbaik dalam penyelesaian persoalan BOK. 

“Cakmanolah (bagiamana) untuk mencari jalan terbaik. Dengan kata lain tak perlu diberitakan. Ini ado (ada) titipan. Ibu jugo (juga) ingin jangan sampai diberitakan,” ungkap F. 

Baik J maupun F berkali-kali menegaskan kepada oknum D, bahwa niatnya datang ke Dinas Kesehatan hanya untuk konfirmasi kabar dugaan Pungutan Liar (Pungli) sebesar 10 persen untuk kepala UPTD Puskesmas, 5 persen untuk Bendahara dan 10 Persen untuk Dinas Kesehatan.

Tak hanya itu, ungkap J menambahkan, mereka juga meminta konfirmasi terkait 50 program kegiatan dan pengadaan yang diduga fiktif di 4 Puskesmas, Yakni Puskesmas Tebing Gerinting, Puskesamas Rantau Panjang, Puskesamas Sungai Keli dan Puskesmas Betung. 

“D keberatan memberikan keterangan dan statemen karena takut salah ngomong,” pungkas J.

(1054)