Kota Bandung Wujudkan Indonesia Bersih & Bebas Sampah Tahun 2025

Pewarta: Dwi Arifin/Andi

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Pemerintah Daerah Kota Bandung memberikan kewenangan khusus dibidang pengelolaan sampah kepada PD Kebesihan. Dalam rangka memberikan pelayanan kebersihan kepada masyarakat hingga memberikan kontribusi kepada pendapatan asli daerah.

Direktur Utama PD. Kebersihan, Gungun Saptari saat dikunjungi Koransinarpagijuara.com menyampaikan program kerja tahun 2020 dan perkembangan kebersihan lingkungan di kota Bandung.

“Kalau kita membahas masalah sampah, dari tahun ke tahun menurut grafik yang ada, jumlahnya terus meningkat. Hal ini karena dipengaruhi jumlah penduduk yang terus bertambah. Maka untuk meninimalisir agar sampah berkurang. PD Kebersihan memprogramkan berbagai cara hingga mengkampanyekan supaya masyarakat lebih aktif menangani masalah sampah yang menjadi masalah bersama” jelasnya diruang kerjanya (12/2/2020)

Lebih lanjut Gungun memaparkan, beberapa hari yang lalu setelah study banding bersama wali kota ke Jepang, kesimpulannya perlu waktu yang cukup panjang untuk penanganan sampah ini. Kalau kota kita ingin seperti kota di Jepang perlu diawali dengan pembiasaan seperti masyarakat Jepang. Bandung punya program yang hampir sama dengan kota di Jepang. Melalui gerakan Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman) ini sejalan dengan konsep penanganan sampah di dunia. Bahkan, di Kota Kawasaki, Jepang pemerintah setempat juga mengusung program serupa dengan memunculkan sosok maskot bernama Kawarun.

Selain itu PD Kebersihan berupaya menyadarkan pentingnya kebersihan lingkungan melalui dakwah ustad kaum milenia, seperti Hanan Attaki jadi kalau diarahkan sama Ustadnya pasti akan lebih kuat tumbuh kesadaran untuk kebersihan lingkungan.

Kalau untuk pelajar kita kerjasama dengan sekolah-sekolah. Kalau untuk masyarakat ditingkat RT/RW kita gerakan PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) di kelurahannya. PD Kebersihan juga dibantu oleh komunitas untuk kampanye kebersihan. Di media sosial melalui youtube dan instagram, kita kampanye melalui vidoe tentang kang Pisman atau video yang berkaitan dengan kepedulian lingkungan untuk masa depan.

Program yang ada di kota Bandung sejalan dengan program nasional. Targetnya 100 persen sampah terkelola dengan baik dan benar pada tahun 2025 (Indonesia Bersih dan Bebas Sampah) yang diukur melalui pengurangan sampah sebesar 30 persen, dan penanganan sampah sebesar 70 persen.

Gungun mengarahkan agar berbagai pihak peduli dengan sampah. Kedepannya akan ada sanksi tipiring denda 250 ribu jika melanggar perda. Karena membuang sampah sembarangan.

Sudah tidak ada alasan lagi sampah tidak terbuang pada tempatnya atau tidak dikelola dengan baik. Karena PD Kebersihan sudah menyiapkan layanan jemput sampah besar atau sampah lainnya yang rutin dan terkordinir.

Disisi lain wali kota Bandung Oded M. Danil terpantau koransinarpagijuara.com diberbagai acara kemasyarakat. Selalu menyempatkan untuk mensosialisasikan gerakan Kurangi Pisahkan dan Manfaatkan (Kang Pisman). Sampah itu bisa diolah jadi pupuk untuk tanaman rumahan atau didaur ulang. Jadi sampah dari kita, ya harus dikelola sama kita, biar tidak menjadi masalah lingkungan yang akan berdampak kepada generasi kedepan.

(20)