Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Mediasi Perselisihan Karyawan Dengan Manajemen PT Gon

Pewarta : Heri Kusnadi

Koran SINAR PAGI, Ogan Ilir,- Terkait adanya mogok kerja, serta unjuk rasa ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta ke DPRD Ogan Ilir yang dilakukan Buruh Pabrik PT.Golden Oilindo Nusantara (GON), berloksi di Jalan Lintas Palembang-Indralaya Kabupaten Ogan Ilir, Komisi IV DPDR Kabupaten Ogan Ilir, angkat bicara, menengahi untuk mencari solusi permasalahan.

Mogok kerja yang dilakukan, beberapa Buruh pabrik PT.GON tersebut, dipicu karena permasalahan hak-hak normatif Mereka yang belum terpenuhi oleh Perusahan.

Buruh PT GON Saat Audensi Dengan Komisi IV DPRD OI Sebelumnya, beberapa perwakilan Buruh Pabrik PT.GON, melakukan audensi bersama Anggota Komisi IV DPRD, dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Ilir, terkait permasahan yang ada.

Menanggapi hasil Audensi tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Rizal Mustopa, mengatakan, Dirinya dan Anggota telah mendengarkan apa permasalahan yang disampaikan oleh para Buruh dari PT.GON.

“Kami sudah mendengarkan apa yang disampaikan dari para Buruh, tentang permasalahan yang mereka hadapi, untuk sementara Kami belum bisa berbuat banyak, namun secepatnya permasalahan ini akan diselesaikan, Kami tidak bisa mendengarkan laporan hanya sepihak, mesti berimbang, Kita akan lakukan audensi juga dengan pihak PT.GON terlibih dahulu, guna mempertanyakan tentang permasalahan apa yang disampaikan ke Kami, Kami lakukan Audensi dengan pihak PT.GON,” ujarnya, Selasa (11/02/20)

Benar saja, tak lama kemudian, usai lakukan Audensi dengan Buruh, Ketua dan Anggota Komisi IV, bersama Kepala Disnakertrans Ogan Ilir tersebut, mendatangi menagemen PT.GON, untuk melakukan Audensi.

Dari hasil pertemuan tersebut, Tim Komisi IV, menilai PT.GON telah melaksanakan sesui persedur, aturan perusahaan dan pemerintah, persoalan hak-hak normatif yang Buruh Tuntut.

Setelah melakukan Audensi dengan Pihak PT.GON, Kami menilai untuk sementara tidak ada yang dilanggar oleh pihak perusahaan, semuanya dilaksanakan sesuai dengan aturan yang ada, Pihak Perusaahan mengaku apa yang dituntutkan telah dipenuhi, namun ada sedikit terjadi selisi paham, antara Pihak perusahaan dan beberapa para Buruh, secepatnya akan Kami tengahi dan selesaikan,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir

Masih kata Rizal Mustofa Persoalan semua tuntutan karyawan PT GON dari soal jaminan kesehatan dan tunjangan jam lembur kerja pihak direksi perusahaan sudah mau menanggapinya.

“Begitu pun soal kenaga kerja yang sudah di PHK pihak dereksi PT GON sudah memberikan tunjangan kepada dua tenaga kerja yang terkena pemutusan tenaga kerja (PHK), mengenai soal sangsi kepada ke dua nya memang mereka telah melakukan kesalahan, pihak Perusahan memberikan sangsi sesuai persedur yang berlaku” terangnya.

(57)