Camat Lubai Ajak Warga Tanam Pepaya California, Untuk Tambah Penghasilan

Pewarta : Iwan Brata

Koran SINAR PAGI, Kab.Muara Enim,- Dengan melihat ekonomi yang semakin terpuruk terlebih turunnya harga komoditi karet yang tak kunjung naik dari harga pasaran, masyarakat pun mencoba mencari alternatif tanaman yang bisa menopang kebutuhan hidup.

Salah satunya dengan mulai mencoba menanam Pepaya Calipornia, seperti yang diungkapkan Camat Lubai Edi Suprianto kepada koransinarpagijuara.com, Selasa (11/02/20) saat ditemui diruang kerjanya.

Lahan miliknya dengan luas sekitar 2 Hektar mulai ditanami komoditi ini sebagai contoh kepada para petani agar tidak terpaku dengan hasil karet.

“Kita tidak boleh terpaku hanya dengan satu jenis tanaman saja, bisa tumpang sari dengan tanaman lain, seperti Pepaya Calipornia ini,” katanya.

Disebutkan, diatas lahan miliknya tersebut sudah di tanam sekitar 4.000 batang pohon pepaya dengan harga bibit perkilo Rp.200 ribu isi 600 biji.

“Ada keluarga saya yang sudah mencoba menanam Pepaya Calipornia tersebut sebagai tanaman tumpang sari dilahan seluas 2 hektar, setiap minggunya mampu menjual 3 hari 400 Kg dengan harga Rp.250 per Kg, ini sangat fantastis sekali, untuk mengatasi merosotnya harga Karet,” tandasnya.

Camat Lubai juga menghimbau bagi masyarakat yang punya lahan tidur bisa di manfaatkan dengan menanam tanaman ini atau jenis tanaman lain yang bisa potensial.

(30)