Kades Tanimulya Lili Suhaeli Bakhtiar Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

  • Whatsapp
banner 768x98

“Tanyakeun ka barudak da puguh aya bagianana teu kudu nanyakeun ka saya, wartawan mah teu berhak ngutak-ngatik anggaran pemerintah, mun kitu Inspektorat, BPK, Tipikor, sok intina hayang naon,”

Pewarta : Lina

Koran SINAR PAGI, Kab.Bandung Barat,- Terkait Tupoksi sebagai insan pers bahwasanya sesuai UU NO 40 TAHUN 1999 dan Perlindungan terhadap Pers ini di jamin melalui Pasal 4 UU PERS yang berbunyi (3) bahwa untuk menjamin kemerdekaan pers nasional mempunyai hak dalam mencari atau memperoleh dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.

Berkaitan dengan hal tersebut, belum lama ini, saat wartawan/ti CNN menemui Kepala Desa (Kades) Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kab.Bandung Barat, Lili Suhaeli Bakhtiar dikantornya guna mencari informasi/ konfirmasi terkait dengan Hak Jawabnya perihal perkembangan Bumdes di Desa Tanimulya.

Namun, dari awal kedatangan wartawan, sambutan Kades Lili Suhaeli Bakhtiar sudah memperlihatkan raut wajah kurang senang dengan kehadiran wartawan ke kantornya, terutama pada saat wartawan menanyakan perihal anggaran Bumdes bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diduga belum dikembangkan di Desa Tanimulya.

Lili Suhaeli Bakhtiar,S.Ip Kepala Desa Tani Mulya, Kec.Ngamprah, Kab.Bandung Barat

Dengan wajah ‘kecut’ Kades Lili Suhaeli menjawab dengan nada sinis, “tanyakeun ka barudak da puguh aya bagianana teu kudu nanyakeun ka saya, wartawan mah teu berhak ngutak-ngatik anggaran pemerintah, mun kitu Inspektorat, BPK, Tipikor, sok intina hayang naon,” katanya dengan angkuhnya.

Sebagai Kades yang sudah dua periode menjabat, seharusnya dirinya paham dan memahami adanya UU KIP NO 14, Keterbukaan Informasi Publik sangat penting sebagai landasan hukum yang berkaitan dengan; 1. Hak setiap orang untuk memperoleh informasi, 2. Kewajiban badan publik menyediakan dan melayani permintaan secara cepat dst.

Sebagai kepala desa sudah seharusnya pula dia punya kesadaran yang mengarah kepada pedoman attitude kedinasan, sehingga terkesan beretika, sehingga dapat saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Seyogyanya, figur dan perilaku seorang kades mencerminkan seseorang yang memiliki martabat serta berjiwa besar dan dapat beradaptasi dengan bahasa yang baik dan benar, bukan sebaliknya.

Dan hal itu tidak tampak pada ditlri seorang Lili Suhaeli, dimana pada saat wawancara masih berlangsung, dia malah langsung berdiri dan beranjak dari tempat duduknya seolah mengusir secara tidak langsung, tanpa mengidahkan wartawan yang sedang melakukan konfirmasi.

Semoga ini menjadi bahan evaluasi kedepannya, seorang kepala desa sebagai pengayom masyarakat bisa menerima masukan / kritikan dari harapan masyarakat, karena anda (kepala desa – red) di pilih oleh masyarakat, peran serta kepala desa pun sebagai abdi, pelayanan bagi masyarakat, yang harus melayani warga masyarakatnya dengan sebaik-baiknya.

banner 728x90

Pos terkait

banner 728x90