Mts N 2 Jeneponto Digembok Oleh Ketua Komite Bersama Warga dan Orangtua Siswa

Pewarta : Syam Awing

Koran SINAR PAGI, Kab.Jeneponto,- Sekolah Mts Negeri 2 Jeneponto, Lingk.Mataere Kel.Tolo Kec.Kelara ditutup oleh Ketua Komite Mts Negeri 2 Jeneponto, H.Abd Rahim Bone, bersama warga dan orang tua siswa dengan cara menggembok pagar sekolah tersebut, Senin (03/02/20), sekira pukul 02.00 Wita, dini hari.

Penutupan Mts N 2 Jeneponto tersebut disebabkan karena kebijakan Kepala Sekolah, H.Abd.Rahman dinilai sudah tidak sesuai dengan aturan, ditambah dan tidak pernah ada penyampaian kepada Ketua Komite, para guru maupun kepada orang tua siswa.

Kebijakan Kepala Mts N 2 Jeneponto yang dianggap menyalahi aturan yakni Kepala sekolah MTSN 2 Jeneponto mengambil uang koperasi sebanyak Rp.50.000.000 (lima puluh juta rupiah) dengan maksud untuk perbaikan ruang kelas sekolah MTSN 2 Jeneponto, namun tidak ada penyampaian kepada ketua komite dan para guru.

Padahal pembayarannya dibebankan kepada semua guru yang akan diangsur selama 10 bulan dengan cara potong gaji dan para siswa yang berjumlah lebih 800 orang diwajibkan membayar uang sekolah sebesar Rp.1.000/perhari. Menurut informasi yang berhasil dihimpun, kegiatan tersebut sudah berlangsung lama.

Selain itu, akibat tidak sejalan dengan berbagai kebijakan Kepsek, sudah beberapa orang guru senior dan berpengalaman yang pindah sekolah, sementara 5 orang guru lainnya, mengancam akan mengajukan permohonan pindah mengajar di sekolah lain apabila Kepala Sekolah tidak diganti.

Ketua Komite Mts N 2 Jeneponto, H.Abd Rahim Bone menegaskan, apabila Kepala Sekolah Mts N 2 Jeneponto tidak diganti dalam waktu dekat, maka dirinya bersama warga dan orang tua siswa akan menutup kembali sekolah MTSN 2 Jeneponto.

Adapun tuntutan dari Ketua Komite bersama warga dan orang tua siswa yakni, 1.Agar Kepala sekolah MTSN 2 Jeneponto H.Abd.Rahman untuk secepatnya di ganti, 2.Agar siswa melaksanakan Shalat Jumat Berjamaah di mesjid yang ada di Sekolah MTSN 2 Jeneponto setiap hari Jumat.

Disebutkan, sejak adanya pungutan uang pembayaran terhadap siswa sebesar Rp.1.000 / perhari, banyak siswa yang meminta pindah sekolah karena merasa tidak sanggup untuk membayar uang sekolah tiap hari.

(1653)