Paguron Pencak Silat Berharap Perhatian Pemkab.Garut

Pewarta : Fitri

Koran SINAR PAGI, Kab.Garut,- Seni olahraga dan beladiri Pencak Silat merupakan seni beladiri lokal warisan leluhur yang perlu dikembangkan dan dijaga kelestariannya, namun sayangnya seni bela diri ini, kurang mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Salah satunya Paguron Laskar Panglipur yang ada di Kampung Pasir Jengkol, Desa Sukasono, Kecamatan Sukaweuning, dimana sarana dan prasara didik seni bela diri Pencak Silat yang seadanya, padahal minat masyarakat, terutama anak – anak cukup tinggi untuk bisa berlatih di paguron itu.

Asep warga Kecamatan Cibatu, salah satu orangtua pesilat yang tengah berguru di Paguron Laskar Panglipur, mengungkapkan, anak – anak yang tengah belajar Pecak Silat di Paguron Laskar Panglipur tersebut, mulai dari tingkat TK hingga SMA.

“Cukup banyak anak – anak dan remaja yang sedang belajar pencak Silat di paguron itu, setiap hari tak pernah kosong, dengan pelatih seorang juara nasional Pencak Silat,” ucap Asep, dilokasi kegiatan pencak silat, Minggu (02/02/20).

Dikatakan Asep, kendati dengan sarana dan prasarana yang kurang memadai untuk sebuah padepokan, namun mereka tetap berlatih dengan serius, “Walaupun sarananya tidak memadai, mereka tidak patah semangat, anak – anak tetap tampat giat berlatih,” pungkasnya.

Hal senada dikatakan Neni warga Cibatu, dirinya sengaja mendaftarkan anaknya untuk belajar Pencak Silat di Paguron Laskar Panglipur, disamping ahaf bisa beladiri, dia juga berharap, kedeoan anaknya bisa berprestasi dibidang olahraga ini.

Menurutnya, dengan memiliki kegiatan yang positif dengan belajar seni bela diri Pencak Silat, anaknya bisa terhindar dari kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti menjamurnya permainan game online (gatget), katanya.

(19)