Bupati Sumedang Harus Evaluasi Kinerja PDAM, Tiga Tahun Air Tidak Ngocor, Konsumen Tetap Harus Bayar

Pewarta : Jeky

Koran SINAR PAGI, Sumedang – Entis Megi ( 54), seorang warga Rt 02/ Rw 11, Lingkungan Pangaduan Heubeul, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, mengeluhkan pelayanan PDAM Sumedang karena sudah tiga tahun air nya tidak ngocor ke rumah nya.

Kejadian itu sudah berkali – kali di adukan ke Kantor PDAM Sumedang Utara tapi hingga saat ini tak pernah di gubris.

“Selain kantor PDAM Cabang Sumedang Utara, juga saya pernah memgadukan langsung ke Direktur PDAM ( Tatang Hidayat ) mrelalui Nomor Whats App. Tapi tetap tidak ada jawaban”, tandas nya.

Entis Megi (54), Warga Pangaduan Heubeul, mengeluhkan mengeluhkan pelayanan PDAM

Selain itu, ujarnya, dia juga pernah mengadu melalui IG direktur PDAM, “Saat itu ada tanggapan, katanya, akan ditindak lanjuti. Namun realisasinya hingga kini tak ada”, tukas nya.

Dengan demikian Entis berharap, kini ada tanggapan dari PDAM berupa perbaikan agar air kembali ngocor ke rumah nya, pasal nya dia memang sangat membutuhkan.

“Harus nya PDAM cepat tanggap bila ada aduan dari konsumen”, tandas nya.

Dikatakan Entis, dengan tidak mengalir nya air ke rumah dia, dia merasa dirugikan. Karena selama ini ia harus membayar uang tagihan PDAM per bulan sebesar Rp 55.000. Dengan rincian uang air Rp 45.000, dan uang pemeliharaan Rp 10.000, jelas nya.

“Selai itu bila saya telat membayar tagihan tersebut. Maka saya diwajibkan membayar denda sebesar Rp 5.000”, tegas nya.

Padahal, kata Entis, kondisi ini kontradiktif, dengan keadaan bertahun – tahun air yang tidak ngalir ke rumah saya. Namun bila telat bayar saya harus kena denda, keluh Entis yang juga Pengurus Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia ( LCKI ) Kabupaten Sumedang itu.

Entis berharap ada perhatian dan tindakan dari Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, terhadap kinerja perusahaan milik BUMD tersebut. Pasalnya bila dibiarkan akan berdampak buruk terhadap citra Pemkab Sumedang yang kini sudah membaik itu.

“Saya harap kejadian ini ada perhatian dan tindak lanjut dari Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, karena kejadian ini saya duga banyak terjadi. Namun konsumen mungkin tak tahu harus mengadu kemana”, tandas nya.

Terkait adanya pembayaran uang air yang harus dibayar sebesar Rp 45. 000, padahal air dari PDAM nya tidak ngocor. Juga timbulnya denda terlambat sebesar Rp Rp 5.000,- bila konsumen telat melakukan pembayaran. Dikonfirmasi koransinarpagijuara.com ( Kamis, 30/1/20), melalui WhatsApp, kepada Direktur PDAM, Tatang Hidayat, melalui Kabag Humas nya, Itjih, hingga berita ini dimuat belum memperoleh keterangan.

(140)