HM Dadang Supriatna Dorong Desa Mandiri Di Kabupaten Bandung Bertambah

Pewarta: Dwi Arifin

Koran SINAR PAGI (Kota Bandung)-, Banyaknya bantuan pemerintah ke desa sudah seharusnya indeks desa membangun meningkat dengan bertambahnya jumlah desa mandiri. HM Dadang Supriatna anggota komisi V DPRD Jabar memiliki pandangan khusus tentang cara agar desa cepat merubah statusnya menjadi mandiri.

Misalnya badan usaha itu kan ada yang namanya BUMN, BUMD hingga Bumdes. Dengan adanya Bumdesa di desa itu bisa membentuk unit-unit usaha diantaranya untuk membantu ekonomi kerakyatan

Salah satu badan usaha secara induk yang banyak diminati rakyat simpan pinjam. Namun yang akan meminjam harus punya keahlian, atau keterampilan, mereka dilatih dulu baru dikasih pinjam. Jadi pinjamannya untuk yang sifatnya produktif. Kalau yang konsumtif jangan ke Bumdesa tapi ke Bank aja. Intinya saya tidak setuju dana dari Bumdesa  diberikan untuk tujuan konsumtif tetapi  saya setuju kepada yang sifatnya produktif. Maka pemerintah harus memfasilitasi bagaimana cara untuk bisa membuka usaha membuka lapangan usaha baru artinya membentuk enterpreneur-entrepreneur. Hal ini dijelaskan HM Dadang saat ditemui media cetak dan online dikantor fraksi Golkar DPRD Jabar Jl. Diponegoro No. 27, Bandung,  (27-01-2020)

Dadang mencontohkan ada anggaran dari provinsi 100 juta untuk Bumdes lalu dari pusat dan kabupaten juga ada kalau digabungkan untuk bumdes jadi banyak. Ya… walaupu kurang dan perlu ditambah. Maka kepala desa harus berpikir bagaimana langkah-langkah atau upaya-upaya yang akan dilakukan oleh Kades sebagai pimpinan di desa itu agar bisa menghidupkan ekonomi masyarakatnya. Melalui bantuan itu harus lebih banyak desa yang mandiri dan melonjak setiap tahunnya.

Menyikapi sering ada konflik antara masyarakat dan kepala desa saat menjabat. HM Dadang mengungkapkan saya ini pernah jadi kepala desa di Desa Tegalluar, kalau kitanya menjalankan amanah dengan baik sesuai keinginan rakyat. Maka kinerja kita akan didukung terus.

(36)